DIAM
DIAM
Penulis: Sultan Chemistry
Aku belajar mencintaimu dengan cara langit,
tanpa gaduh, tanpa gaduh kata.
Kupeluk namamu dalam sunyi,
sebab yang paling setia
tak selalu perlu bersuara.
Diamku adalah dzikir yang tak terucap,
mengalir pelan di sela napas.
Aku takut cintaku berisik,
lalu melukai takdir
yang sedang Tuhan tulis perlahan.
Jika kau bukan jatah bahagiaku,
biarlah aku tetap tenang.
Aku tahu, kehilangan pun
adalah bentuk lain
dari ketaatan.
Maka aku memilih diam,
sebab pada diam
aku tak melawan kehendak-Nya—
aku hanya percaya,
bahwa Tuhan tak pernah salah menitipkan rasa.
Bumi Allah, 27 Desember 2025
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan