Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

ORANG HUTAN TANPA HUTAN

Orang Hutan Tanpa Hutan

Ia disebut orang hutan,

namun hutan telah lama meninggalkannya.

Di hadapannya kini bukan lagi kanopi hijau yang memeluk langit,

melainkan luka tanah yang menganga,

berdebu, berlumpur, dan berbau serakah.

Pohon-pohon tua tumbang seperti doa yang dipatahkan,

akar-akar tercerabut, tak sempat pamit pada burung dan satwa

yang dulu menjadikan rimbun sebagai rumah.

Semua hutan dijarah,

dari ujung Aceh hingga sudut Sumatra Barat,

dari lereng Sumatra Utara hingga pedalaman yang sunyi.

Gergaji meraung lebih keras dari suara azan subuh,

alat berat menari di atas tanah adat,

tambang ilegal mengorek perut bumi

tanpa rasa takut, tanpa rasa malu.

Alam pun jatuh sakit.

Sungai kehilangan ingatan akan jalurnya,

air meluap tanpa kendali,

banjir bandang turun seperti murka yang tak terbendung.

Gelondongan kayu—bekas tubuh hutan—

meluncur bersama arus,

menghantam rumah-rumah penduduk

hingga rata dengan tanah dan kenangan.

Mayat-mayat hanyut dalam lumpur,

bukan hanya tubuh manusia,

tetapi juga harapan, masa depan, dan keadilan.

Satwa-satwa kelaparan,

mencari makan di ladang manusia,

lalu ditembak, diusir, atau dijadikan kambing hitam

atas dosa yang bukan mereka perbuat.

Hutan dibabat,

lalu diganti sawit yang berdiri rapi dan seragam.

Katanya sama-sama menghasilkan oksigen.

Namun ingat—itu beda, bos.

Hutan adalah ibu yang merawat air, tanah, dan kehidupan.

Sawit hanyalah anak industri

yang tumbuh rakus, mengeringkan tanah,

dan tak mengenal belas kasihan.

Yang aneh,

para pembabat kayu dan penambang liar hidup bergelimang harta,

rumah mereka jauh dari sungai yang meluap,

kendaraan mereka tak pernah terseret lumpur.

Sementara rakyat kecil

menjadi korban pertama dan terakhir

dari keserakahan yang tak pernah mereka nikmati hasilnya.

Kini orang hutan itu berdiri termangu,

bukan karena ia tak punya tempat tinggal,

tetapi karena dunia telah merampas

hak hidup semua makhluk.

Ia adalah kita—

manusia yang kehilangan hutan,

dan hutan yang kehilangan manusia.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post