Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

REAKSI DONASI

REAKSI DONASI

Penulis: Sultan Chemistry)

Kami mengumpulkan receh

seperti atom-atom luka

berikatan spontan

tanpa katalis birokrasi.

Air mata menjadi larutan empati,

mengalir sebelum sempat diuji pH-nya,

karena dalam bencana,

reaksi nurani selalu eksoterm—

panas, cepat, tak menunggu izin.

Lalu datang tabel dan pasal,

menakar cinta dengan neraca regulasi,

seolah solidaritas

harus melalui titrasi panjang

agar sah di mata negara.

Padahal saat banjir menyentuh dada,

tak ada korban bertanya

apakah bantuan ini legal

atau sekadar cukup untuk bertahan.

Hidup tak mengenal prosedur,

ia hanya mengenal waktu.

Empati kami dicurigai sebagai senyawa liar,

sementara racun pembalakan

lolos uji mutu dengan tanda tangan basah.

Hutan terurai,

namun kebaikan diminta stabilitas.

Donasi adalah reaksi cepat,

refleks manusiawi

saat nyawa lebih dulu larut

daripada aturan yang terlambat mengendap.

Jika hari ini empati dianggap endapan bermasalah,

biarlah.

Lebih baik kebaikan reaktif menyala,

daripada kemanusiaan

yang terlalu stabil

hingga tak lagi menyelamatkan.

Bumi Allah, 141225

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post