SEPUCUK SURAT CINTA
SEPUCUK SURAT CINTA
Penulis: Sultan Chemistry)
Kutulis surat ini
di ruang paling sunyi dalam dadaku,
tempat rindu bereaksi perlahan,
tanpa bunyi,
tanpa ledakan.
Cinta kita bukan reaksi instan,
ia tumbuh seperti larutan jenuh—
diam, sabar,
menunggu waktu
agar tak tumpah sia-sia.
Aku mencintaimu
seperti atom menjaga kestabilannya,
tak selalu tampak,
namun setia pada ikatan
meski jarak memaksa terurai.
Jika surat ini sampai padamu,
bacalah dengan hati manusia,
bukan dengan logika dunia.
Sebab cinta tak pernah menuntut hasil,
ia hanya ingin
dipahami.
Dan bila akhirnya kita tak bersama,
biarlah rasa ini mengendap
menjadi endapan paling jujur
dalam hidupku—
pernah mencinta,
dengan seluruh kesadaran
dan keikhlasan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan