Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
TARIAN JIWA

TARIAN JIWA

Tarian Jiwa

Di puing malam, angin menyeret jerit yang belum sempat pulang,

bayang-bayang menari dengan resonansi luka yang tak pernah padam.

Ada mata tanpa ruh mengintip dari sela reruntuhan sunyi,

sementara bumi menggigil—seolah masih ingat nyawa yang jatuh tanpa jeda.

Di antara batu-batu yang patah, aroma laut berubah getir,

seperti doa yang terhenti sebelum sempat menyentuh langit.

Sesekali terdengar bisikan dengan reaksi suara yang terputus dan rapuh,

menyelinap ke tulang, membuat jiwa ingin lari namun tak mampu pergi.

Rumah-rumah tanpa atap kini menjadi altar kesedihan,

tempat arwah terlantar duduk memeluk kenangan terakhir.

Langkah-langkah tanpa tubuh menyusuri malam penuh ion kesepian,

dan bayangan itu menoleh—seolah bertanya: mengapa kami ditinggalkan?

Pada akhirnya, hujan turun tanpa suara,

seperti tangisan bumi yang enggan disaksikan makhluk hidup.

Namun di balik kabut, tarian jiwa masih berputar dalam ikatan yang tak terputus,

menjaga luka, menjaga sunyi—hingga waktu kembali bernapas dengan damai.

Bulukumba, 081225

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post