MENUNGGU
MENUNGGU
Penulis: Sultan Chemistry
Aku menunggu
seperti pagi menahan embun,
tak bersuara
namun setia.
Hari-hari lewat
membawa namamu
dalam diam
yang kupeluk.
Tak kupanggil waktu,
tak kugesa takdir,
sebab yang benar
akan datang
dengan sendirinya.
Menunggu
melatih hatiku
agar tidak rapuh
oleh rindu
yang terlalu ingin.
Dan jika akhirnya kau tiba,
aku tak ingin tergesa—
cukup saling pandang,
lalu percaya:
sabar
tak pernah sia-sia.
Bumi Allah, 20 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan