SAYAP SAYAP YANG PATAH
SAYAP-SAYAP HATI YANG PATAH
Oleh: Sultan Chemistry
Di antara luka yang tak bersuara,
kutemukan engkau sebagai senja
yang jatuh perlahan di pelupuk mataku—
meninggalkan bias jingga yang masih ingin kupeluk.
Kutampung serpihan rindu
yang gugur seperti daun rapuh di musim getir;
setiap helai membawa kisah
tentang kita yang pernah terbang,
lalu terhempas oleh takdir yang tak berpihak.
Namun meski sayap-sayap hati kita patah,
masih ada nyala kecil
yang menolak padam di sela-sela perih;
sebuah getar rahasia
yang tak sanggup dibungkam oleh jarak.
Dan jika suatu hari angin berpaling
mengusap bekas retakan itu,
biarkan aku menjadi teduh
yang memelukmu tanpa syarat—
sebab dari runtuhan itulah
kita belajar terbang kembali,
lebih pelan,
lebih tulus,
lebih mengerti arti mencinta.
Bumi Allah, 18 Januari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan