LENTERAKU
LENTERAKU
Penulis: Sultan Chemistry
Aku melangkah perlahan
di lorong malam yang menua,
waktu menetes di dada
seperti sabar yang diuji sunyi.
Kau datang tanpa gaduh,
seberkas nyala sederhana,
menjadi katalis diam
yang mempercepat pulangku pada yakin.
Lenteramu tak menantang gelap,
ia berdamai dengannya,
membiarkan terang bekerja pelan
hingga ragu tak lagi reaktif.
Di sinarmu,
luka belajar mengendap,
reaksi hati mencapai kesetimbangan,
antara menerima dan berharap.
Jika kelak aku tiba
di ujung letih paling hening,
biarlah cahayamu tetap menyala—
bukan untuk menerangi dunia,
melainkan untuk menjaga
iman agar tak mengalami peluruhan.
---
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan