Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

SINGGASANA KENANG

Judul: SINGGASANA KENANG

Penulis Sultan Chemistry

Isi

Pernah kita teguk bahagia

dari piala cahaya senja,

disorakkan angin,

diberkati desir dedaunan muda.

Getir belum bernama luka,

ia hanya madu yang terlambat pahitnya.

Kita rayakan janji

dengan mata yang belum tahu uzur,

dengan dada yang belum pandai retak,

segala kata terasa abadi

sebab waktu masih bersujud pada kita.

Namun hari berjalan tanpa salam,

meninggalkan jejak debu di tapak doa.

Yang manis luruh perlahan,

menjadi rasa yang tak sempat kita tangisi

saat tawa masih menutup telinga nurani.

Kini getir itu duduk sendiri

di singgasana kenang,

bukan sebagai dendam,

melainkan zikir panjang

atas cinta yang pernah suci niatnya.

Aku tak mencela perayaan itu—

sebab tanpanya,

aku takkan tahu

bahwa bahagia pun bisa wafat

dan pahit pun pernah kita panggil

dengan nama: harapan.

Bulukumba, 11 Februari 2026

Ikutan ya Kak

Elgard Jsumandjaya

Teman

Siera putri

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post