SURAT CINTA UNTUK TUHAN
SURAT CINTA UNTUK TUHAN
Penulis: Sultan Chemistry
Kupintal aksara dari benang-benang sabar,
kutitipkan rindu pada sunyi yang khusyuk,
sebab kepada-Mu
segala keluh bereaksi dalam hening
menjadi doa yang bersujud.
Tak kupahat nama-Mu dengan suara,
namun kusematkan pada detak yang setia,
di relung qalbu paling purba
tempat iman bersemayam
sebagai ikatan yang tak terurai oleh waktu.
Aku ini musafir debu,
meniti fana dengan napas pinjaman,
sedang Engkau cahaya azali
yang tak bermula
dan tak bertepi.
Tatkala semesta menguji kesabaran,
Engkau hadir sebagai teduh,
menjernihkan luka
menjadi hikmah, matang dalam diam.
Jika surat ini sampai ke Arasy-Mu,
biarlah ia dibaca sebagai pengakuan:
bahwa cintaku tak pandai menjelaskan,
hanya tahu berserah
dan setia pulang.
Terimalah aku, ya Rabb,
dalam segala kurang dan lupa,
sebab tanpa-Mu
aku hanyalah aksara tercecer
yang kehilangan makna.
Bulukumba, 5 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan