TANPAMU AKU BAHAGIA
TANPAMU AKU BAHAGIA
Tanpamu aku bahagia,
kataku pada hati yang masih bereaksi,
meski rindu belum sepenuhnya netral
ia masih asam di ruang batin.
Hari-hari kulalui tanpa namamu,
seperti larutan yang kehilangan zat utama,
jernih di permukaan
namun rapuh dalam ikatan terdalam.
Aku tersenyum—
sebuah hasil reaksi palsu,
sebab kebahagiaan ini
lahir dari endapan sabar yang lama mengendap.
Cintamu dulu adalah katalis,
mempercepat denyut hidupku,
kini ia tinggal kenangan
yang tak lagi mampu mengubah arah takdir.
Tanpamu aku bahagia,
bukan karena hatiku stabil,
melainkan karena aku belajar
menerima keseimbangan baru
dalam kehilangan.
Bulukumba, 7 Februari 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan