AKU MASIH DI SINI
Aku Masih di Sini
Aku masih di sini,
pada reaksi yang tak pernah selesai—
kau pergi membawa separuh semesta,
aku tinggal menjaga sisanya agar tetap bernyawa.
Waktu terus mengurai,
namun namamu tak pernah terdekomposisi,
ia mengendap di dasar hati—
menjadi residu rindu yang abadi.
Aku tak menunggumu,
aku hanya belum berpindah—
sebab dalam hukum cinta yang kupahami,
yang benar-benar terikat
tak pernah benar-benar terpisah.
Sudut Kamar, 27 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan