CINTA DI BALIK KABUT
CINTA DI BALIK KABUT
Penulis: Sultan Chemistry
Pagi ini
kabut turun perlahan
seperti tirai yang menutup panggung dunia.
Aku berdiri sendiri
di lereng waktu
dan bayangmu lewat
seperti ingatan yang menolak mati.
Aku bertanya pada angin:
mengapa rindu bisa begitu keras
mengetuk dada manusia?
Hatiku ini
seperti bejana rapuh
yang menyimpan larutan kenangan.
Sedikit saja kau hadir dalam ingatan
reaksinya menyala
diam-diam
di dalam dada.
Kau jauh.
Sangat jauh.
Sejauh jarak
antara doa
dan takdir yang belum menjawab.
Tetapi aku percaya
cinta punya hukum sendiri—
seperti atom yang mencari pasangannya
di tengah gelap semesta.
Dan bila suatu pagi
kabut ini benar-benar tersingkap
aku ingin melihatmu berdiri di sana
di ujung jalan kehidupan.
Lalu kita tertawa
seperti dua pengembara
yang akhirnya mengerti
bahwa perjalanan panjang ini
hanyalah cara Tuhan
mempertemukan dua hati.
Bumi Allah, 13 Maret 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
