JANGAN PERGI
JANGAN PERGI
Sultan Chemistry
Jangan pergi—
malam belum selesai merapikan rindu
yang kau tinggalkan di jendela dadaku,
seperti reaksi yang belum menemukan akhir.
Aku belum benar-benar belajar kehilangan,
sebab setiap langkahmu menjauh
selalu kembali sebagai gema
dalam resonansi sunyi yang berulang.
Kau tahu?
ada bagian dari diriku
yang diam-diam retak,
seperti ikatan rapuh yang nyaris terurai.
Jangan pergi—
aku belum sempat menanam luka ini
hingga tumbuh menjadi puisi,
menunggu katalis yang mengubah perih jadi makna.
Biarkan aku menyimpanmu sedikit lebih lama,
seperti senja yang enggan benar-benar hilang,
meski langit tahu
kita tak pernah mencapai setimbang.
Dan jika akhirnya kau tetap memilih pergi,
tinggalkan satu jejak yang tak terhapus waktu—
agar aku masih bisa menemukanmu
dalam orbit doa yang terus mengelilin
gimu.
Sudut kamar, 25/3/26
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan