Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MENYAPA RETAK YANG BERDOA

MENYAPA RETAK YANG BERDOA

Sultan Chemistry

Tak kutanya lagi mengapa sunyi begitu betah di dadamu,

sebab aku tahu—

ia bukan kehilangan,

melainkan ruang wudhu bagi luka

yang meluruh seperti reaksi pelarutan

sebelum bersujud menjadi makna.

Retak-retakmu itu, jangan kau tutupi dengan riuh yang palsu,

biarkan ia terbuka—

agar cahaya tak tersesat mencari jalan pulang

dalam lintasan energi yang setimbang.

Bukankah kita sama, pernah menjadi reruntuhan yang enggan diakui?

namun dari serpih itulah

Tuhan merangkai ulang

seperti ikatan kovalen yang saling menguatkan,

kita menjadi lebih sabar dari sebelumnya.

Jika lelah adalah bahasa tubuhmu,

maka rehat adalah tafsir yang paling jujur

dalam fase kesetimbangan jiwa.

Dan sunyi—

adalah imam yang tak bersuara,

namun khusyuknya menggetarkan semesta

seperti resonansi yang tak terlihat.

Bumi Allah, 18 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post