Muhammad Sultan, S.Pd

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web

MUDIK KE HATIMU

MUDIK KE HATIMU

Penulis: Sultan Chemistry

Malam turun pelan di kota ini.

Lampu-lampu jalan berdiri seperti saksi.

Orang-orang bergegas pulang.

Bus penuh.

Motor berderet.

Suara klakson bersahutan seperti doa yang terburu-buru.

Aku berjalan di antara mereka,

sendiri.

Dan anehnya,

setiap kali aku mengingat namamu

dadaku terasa seperti tabung kaca

yang tiba-tiba dipenuhi reaksi.

Terminal itu riuh.

Anak kecil menangis.

Pedagang memanggil pembeli.

Seorang ibu memeluk anaknya terlalu lama.

Semua orang membawa sesuatu untuk rumah.

Kue.

Baju baru.

Cerita panjang dari kota.

Aku tidak membawa apa-apa.

Kecuali rindu

yang diam-diam mengeras di dadaku

seperti kenangan

yang mengkristal.

Aku tidak tahu

apakah hatimu masih mengingatku.

Waktu sering mengubah manusia.

Seperti hujan mengubah tanah

menjadi lumpur

atau bunga.

Tetapi di dalam diriku

namamu masih tinggal tenang

seperti molekul

yang setia berpegangan

dalam air kehidupan.

Jika suatu hari

langkah kakiku benar-benar sampai

di halaman hatimu

Aku hanya akan mengetuk pelan.

Sebab cinta kadang tidak perlu suara besar.

Tidak perlu janji yang berkilau.

Cukup satu hal kecil—

sebuah katalis

yang membuat dua hati

yang lama berjarak

tiba-tiba

bereaksi kembali.

Bulukumba, 15 Maret 2026

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post