DI UFUK KELAM
Di Ufuk Kelam
Penulis: Sultan Chemistry
Di ufuk kelam laut membisu,
riak kecil berlagu pilu,
perahu lalu tiada tentu,
bagai nasib terlepas restu.
Pulau jauh samar berselimut,
dalam kabut berbalut surut,
kenang tinggal tiada terangkut,
di dasar kalbu kian terpaut.
Wahai kasih lenyap di waktu,
tinggal bayang mengikat kalbu,
cinta pun luruh tanpa temu,
jadi jarak sepanjang rindu.
Bumi Allah, 5 April 2026

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan