KARTINI ERA DIGITAL
KARTINI ERA DIGITAL
Karya: Sultan Chemistry
Aku melihat Kartini
tidak lagi diam.
Ia berdiri di tengah reaksi zaman
yang nyaris kehilangan arah.
Di matanya,
ada lelah yang tak sempat diucap,
namun tak satu pun
mengendapkan langkahnya.
Ia tak menunggu.
Dengan katalis keberanian,
ia menyulut suara—
bukan keras, tapi tak tergantikan.
Kartini,
dunia ini larutan keruh,
penuh partikel bising
yang mengaburkan makna.
Namun ia tetap utuh,
menjaga ikatan dalam dirinya,
meski tekanan menghimpit
hingga nyaris retak.
Ia pernah goyah,
seperti senyawa rapuh
di ambang reaksi,
namun tak pernah benar-benar luruh.
Dan di tengah gerak atom
yang saling bertabrakan,
ia memilih menjadi energi,
bukan sekadar partikel yang hilang.
Kartini tidak mati.
Ia bereaksi
dalam setiap perempuan
yang berani menjadi dirinya sendiri.
Bulukumba, 26 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan