KELARUTAN YANG DIATUR DIAM-DIAM
بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ
Kelarutan yang Diatur Diam-Diam
Karya: Sultan Chemistry
Segalanya tampak larut dengan baik,
seperti tak ada yang perlu dipertanyakan.
Air tetap jernih,
dan angka-angka berdiri rapi
seolah telah menemukan tempatnya.
Aku sempat percaya
bahwa ini memang keseimbangan.
Namun kemudian kusadari—
ada yang dilarutkan lebih dulu
agar yang lain tetap tampak utuh.
Tak ada yang benar-benar hilang, katanya,
hanya berubah bentuk.
Maka yang menguap disebut wajar,
yang mengendap disebut bagian dari proses.
Sementara itu,
konsentrasi diukur dengan cara yang sama,
meski bejana yang dipakai berbeda-beda.
Menarik,
bagaimana sesuatu bisa disebut setara,
hanya karena ditulis dengan satuan yang seragam.
Aku tidak menemukan kesalahan pada rumusnya,
semuanya tampak sah dan dapat dipertanggungjawabkan.
Hanya saja—
hasil akhirnya selalu terasa miring,
meski grafiknya lurus.
Barangkali memang begitu cara kerja sistem ini:
tidak perlu berisik,
tidak perlu memaksa,
cukup mengatur kelarutan secara perlahan—
hingga yang tersisa di permukaan
hanyalah kejernihan
yang tidak pernah benar-benar jujur.
Bumi Allah, 14 April 2026
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan