Anak itu Harapan Orang Tua
Sebuah keluarga dibangun saat kedua sejoli menemukan pasangan kemudian menikah dan memiliki keturunan. Berbagai tantangan hidup dijalani dalam biduk rumah tangga. Suami, istri, dan anak bersatu padu dalam mengarungi samudera kehidupan dengan wahana namanya keluarga melalui hebusan angin takdir.
Semua orang tua berharap yang terbaik untuk anak-anaknya. Menjaga keharmonisan rumah tangga dan mengatur keluarga berproses sampai waktu mengikis usia. Menjadikan kulit-kulit yang tadinya kencang berubah menjadi kriput. Berharap Sang Pencipta berikan umur panjang sarat keberkahan.
Anak itu titipan Ilahi. Harus mampu menjaga amanah-Nya. Semua orang tua menginginkan keturunannya menjadi orang-orang terbaik untuk dirinya, keluarganya, sanak saudara, lingkungan sekitar, masyarakat, bangsa, negara, dan agama. Hidup mandiri dan sukses serta dapat membuat bangga kedua orang tuanya. Saat Allah SWT menjemput para orang tua untuk menghadap-Nya, di alam sana para orang tua dapat tersenyum dan bahagia. Meninggalkan anak-anaknya yang telah dididiknya menjadi orang-orang hebat yang sukses di dunia dan akhirat.
Ternyata entah karena dosa apa. Ada juga anak yang awalnya diharapkan menjadi generasi terbaik tetapi berubah menjadi suatu cobaan. Anak tidak sesuai harapan kedua orang tuanya. Menjadi pemberontak dan membuat kedua orang tuanya kecewa. Apakah itu karma atau takdir dari Sang Pencipta. Sejatinya hanya sabar dan kekuatan doa sebagai solusinya.
Miris rasanya mengetahui kisah-kisah memilukan. Cerita-cerita anak durhaka. Sungguh di luar logika. Hilang rasa hormat kepada orang tua, bersikap kasar, menyusahkan, bahkan ada kasus anak membunuh orang tuanya sendiri karena suatu alasan yang tidak pernah masuk logika.
Sebagai orang tua, belum ada kata terlambat jika anak-anak kita ada yang bermasalah. Teruslah mendidik anak-anak kita selama nyawa masih di kandung badan. Perjuangan orang tua itu sampai titik darah penghabisan supaya anak-anaknya bisa sukses dan melepaskannya saat ijab kabul kepada suaminya atau membina biduk rumah tangga sebagai kepala keluarga.
Siapa yang tidak mau saat badan semakin rapuh. Menua di makan usia anak ada disamping kita dapat membuat tenang, nyaman, tentram, dan bahagia. Saat kelak telah menghadap Ilahi mereka senantiasa mendoakan dan bersedekah atas nama kita selaku kedua orang tuanya. Mereka melakukan banyak perbuatan baik kepada Sang Pencipta dan sesama. Hal itu akan membuat kita tersenyum di alam sana.
Semoga Allah SWT kabulkan doa-doa kami para orang tua. Dapat memiliki anak yang soleh dan solehah. Mandiri dan berilmu. Berbakti kepada kedua orang tua, bangsa, negara, dan agama. Sukses di dunia juga sukses di akhirat. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
