Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Nilai PAS Rapor Harus Bagaimana?
Mediajabar.com

Nilai PAS Rapor Harus Bagaimana?

Penilaian Akhir Semester (PAS) ganjil tahun pelajaran 2020-2021 telah selesai. Ada sekolah/madrasah yang sudah melakukan pembagian buku rapor, ada yang ditunda sehingga pembagiannya diundur pada awal semester genap sekitar Minggu pertama Januari 2021.

PAS menjadi penting untuk laporan hasil belajar peserta didik selama semester ganjil ini. Tetapi ada yang menarik untuk diulik yaitu proses penilaian saat pandemi. Ada gap yang dialami para guru biasanya memberikan penilaian langsung tetapi karena pandemi harus dilakukan secara jarak jauh. Sulit melakukan konfirmasi pada peserta didik karena tidak hadir secara langsung jika ada suatu kendala pembelajaran.

Penilaian diinterpretasikan berbeda olah para pendidik. Ada yang kaku memahaminya. Peserta didik harus sempurna dalam melakukan tatap muka, absensi kehadiran harus sempurna, aktif belajar, dan mengerjakan tugas dengan baik. Padalal pada masa pandemi banyak kendala dalam proses pembelajaran. Apakah ada siswa yang  sempurna dalam melakukan pembelajaran secara daring? Jika ada tentu jumlahnya sangat relatif.

Lalu ada siswa yang kategori menengah tidak sesempurna kategori pertama. Siswa tersebut ada beberapa ketidakhadiran, ada beberapa tugas yang tidak dikerjakan, masih bisa diingatkan untuk segera menuntaskan tugas-tugas yang tertunda. Sehingga saat pembagian raport bisa diberikan nilai kategori KKM.

Kategori terakhir ada kelompok siswa yang hampir sama sekali abai terhadap aturan main pembelajaran jarak jauh. Masalahnya sangat pelik sehingga seolah menyerah pada keadaan. Terserah mau bagaimana nanti nilainya karena tidak bisa mengikuti pembelajaran karena suatu alasan ekternal atau faktor siswa yang bersangkutan malas atau perhatian/keadaan orang tua yang kurang memberikan perhatian.

Jika ditabelisasi kategori nilai ada 3 baik, cukup, dan kurang. Lalu guru harus memberikan nilai seperti apa berdasarkan hasil belajar tersebut? Lebih-lebih di era pandemi seperti sekarang yang menyarankan melakukan pembelajaran yang bermakna. Lalu apakah guru sudah paham apa itu pembelajaran bermakna. Jangan sampai terjebak pada persepsi diri sendiri bahwa inilah penilaian saya yang paling otentik yang telah dilakukan di era pembelajaran dari rumah (daring).

Tidak ada konsep ideal terkait pembelajaran di masa pandemi. Saat para peserta didik dan guru dipaksa untuk melakukan pembelajaran jarak jauh. Konsep ideal apa yang telah dipahami guru dalam menilai saat pembelajaran jarak jauh? Apakah hanya dengan instrument penilaian secara daring sudah dianggap dapat menilai paling objektif? Padalal menilai itu sangat kompleksitas untuk mendapatkan nilai yang objektif.

Sejatinya guru dapat memberikan penilaian terhadap siswanya lebih komprehensif. Penilaian lebih menyeluruh dengan mempertimbangkan semua aspek apakah materi pembelajaran, proses pembelajaran, kondisi pandemi, faktor sarana dan prasarana pembelajaran, dan aspek lainnya. Jangan sampai ada nilai yang membunuh karakter peserta didik. 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post