Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pandemi Covid-19 di Indonesia Sampai Kapan?
TribunJateng.com

Pandemi Covid-19 di Indonesia Sampai Kapan?

Covid oh covid. Sampai kapan kau pergi dari dunia? Kapan kau pergi dari Indonesia? Pertanyaan itu sangat sulit untuk menjawabnya. Hebat jika memang ada yang bisa menjawab dengan tepat dan benar. Apa coba jawabannya? Pastinya sangat relatif kapan waktu berakhirnya wabah covid-19 tersebut.

Belum lagi covid-19 lama tuntas, ternyata virus tersebut telah mengalami mutasi sehingga menjadi virus covid jenis baru. Virus hasil mutasi tersebut memiliki tingkat penyebaran lebih cepat 70% dari virus induknya. Bisa dibayangkan saat rumah sakit sudah penuh sesak ruang isolasinya, jika pertambahan pasien positif covid bertambah dengan cepat gegara virus mutasi baru, pasien positif covid harus dirawat dimana?.

Jika sarana dan prasarana kesehatan seperti rumah sakit atau tempat yang dijadikan tempat isolasi dadakan sudah penuh, mau diisolasi dimana? Pilihannya isolasi mandiri di rumah masing-masing pasien. Lalu pertanyaannya apakah rumah setiap pasien memenuhi standar isolasi? Jika tidak memenuhi harus bagaimana? Bukan tidak mungkin hal itu akan munculnya cluster baru penyebaran covid-19 yaitu keluarga.

Jika mengamati kondisi saat ini perihal disiplin diri terkait protokol kesehatan (prokes) sangat rendah. Mengapa demikian? Bisa karena rasa jenuh karena covid sudah hampir 10 bulan bercokol di Indonesia selain itu bisa juga adanya kekurang pahaman terhadap virus dan bahayanya bagi manusia. Padahal sudah banyak kasus korban meninggal dunia apakah dari kalangan medis maupun masyarakat.

Sejatinya menghadapi wabah covid ini harus dengan penuh kesadaran dan menerapkan kedisiplinan yang ketat. Wabah ini tidak terlihat dan bisa ada dimana saja. Si pembawa virus bahkan ada yang tidak bergejala yang dikenal dengan Orang Tanpa Gejala (OTG). Jika sebagai individu tidak melakukan proteksi diri dengan menerapkan prokes yang ketat maka bisa berpotensi tertular. Para pembesar di negeri ini pun sudah banyak yang terpapar virus ini bahkan sampai meninggal dunia.

Jika seseorang tidak mau tertular virus ini harus menerapkan tiga M yaitu mencuci tangan di air mengalir menggunakan sabun, menjaga jarak minimal 2 meter, dan menghindari kerumunan. Selain itu jaga imun tubuh dengan selalu mengkonsumi makanan yang sehat dan bergizi, istirahat yang cukup, rutin berolah raga dan selalu bahagia dalam menjalani hidup. Semoga kita selalu sehat dan terhindar dari wabah laknat ini. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post