Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Awas Longsor Mengancam!
Nasional Tempo.co

Awas Longsor Mengancam!

Indonesia berada di wilayah tropis yang memiliki dua musim yaitu kemarau dan hujan. Saat musim hujan pada rentangan Oktober sampai dengan April harus selalu waspada. Apa lagi intensitas hujan yang lebih besar akibat perubahan iklim global yang di sebut fenomena La Nina.

Apa itu La Nina? La Nina merupakan anomali sistem iklim global yang terjadi dengan periode ulang berkisar antara 2-7 tahun di Samudra Pasifik dan atmosfer, langit di atasnya berubah dari keadaan netral (normal) serta minimal berlangsung selama 2 bulan. Dampaknya bagi Indonesia akan turun hujan dengan intensitas yang sering dan lebat.

Lalu yang menjadi pertanyaan apakah daerah di Indonesia siap menerima guyuran air hujan tersebut? Secara kasat mata daerah dataran tinggi kurang siap. Daerah tersebut kurang memperhatikan penghijauan dengan tanaman akar kuat. Padahal akar tanaman tersebut berfungsi untuk menahan laju air ke sungai atau meresap ke dalam tanah. Saat tanaman itu tidak ada maka air hujan yang turun air dapat menyebabkan banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

Apa kaitannya hujan deras dengan tanah longsor? Sangat erat sekali. Saat hujan deras, debit air hujan jauh lebih banyak. Air hujan akan meresap ke dalam tanah. Saat posisi tanah lebih tinggi dari daerah sekitanya air akan menjadi media luncur bagi tanah tersebut. Tanah tersebut akan meluncur ke tempat yang lebih rendah. Semakin luas area longsor maka semakin berbahaya dan berdampak luas.

Secara keilmuan tanah longsor adalah perpindahan material pembentuk lereng berupa batuan, bahan rombakan, tanah, atau material campuran tersebut, bergerak ke bawah atau keluar lereng. Proses terjadinya yaitu air yang meresap ke dalam tanah akan menambah bobot tanah sehingga mempercepat proses terjadinya longsor.

Terbaru adalah longsor yang terjadi di Desa Cihanjuang, Kecamatan Cimanggung, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kemiringan lereng 30 derajat. Longsor tersebut terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan tebing setinggi 20 meter dan panjang 40 meter meluncur ke tempat yang lebih rendah.

Bencana longsor tersebut menyebabkan lebih dari 600 penduduk terdampak. Jumlah korban jiwa 22 orang dan 18 orang masih dalam pencarian. Lebih dari 200 kepala keluarga (KK) di sekitar lokasi longsor juga telah diungsikan ke tempat yang lebih aman.

Bahaya longsor harus diwaspadai. Terutama saat musim hujan apa lagi adanya fenomena La Nina. Sejatinya daerah rawan longsor berada pada wilayah dataran tinggi. Mudah mengidentifikasinya. Daerahnya miring kemudian ada alih fungsi lahan, tidak ada penghijauan, dan tata air yang buruk. Ingat selain akibat hujan deras, longsor juga bisa terjadi karena goncangan gempa bumi. Wilayahnya masih pada lokasi yang sama.

Selalu waspadai bahaya longsor. Bahaya tersebut akan terus mengancam jika kita tidak berdamai dengan lingkungan hidup dan mempelajari karakteristiknya. Sejatinya wilayah perbukitan atau lereng yang miring harus ditanam berbagai tanaman yang memiliki akar kuat sehingga dapat menahan tanah sehingga dapat mencegah terjadinya longsor. Jangan sampai saat ini longsor menimpa warga lain kemudian pada waktu berikutnya menimpa kita. Semoga saja tidak. Waspadalah terhadap ancaman bahaya longsor yang terus mengancam!

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post