Awas Jangan Sampai Gila Jabatan
Manusia itu makhluk bumi yang menempati puncak kehidupan. Memilik otak yang sempurna sehingga memegang peran penting di Bumi. Manusia bisa menjadi orang baik bahkan bisa sebaliknya sebagai perusak. Saat itulah ada agama yang mengatur segala sikap dan perilaku manusia dalam bersikap dan berprilaku terhadap Tuhannya ataupun terhadap sesama manusia dan alam dengan segala isinya.
Ada sifat dasar pada diri manusia. Bahwa tidak pernah puas terhadap apa yang telah diperolehnya. Selalu kurang, kurang, dan kurang. Sampai pada puncak karier seorang manusia, masih saja tetap menginginkan penghargaan dengan menduduki jabatan tertentu. Jika ranahnya negara ada eksekutif, legislatif, dan yudukatif. Motifnya bermacam-macam mulai dari menambah kekayaan, ingin dihargai dan dihormati, atau motif lainnya. Hanya peribadi yang bersangkutan dan Tuhan yang mengetahuinya apa maksud dan tujuan dalam menduduki jabatan tersebut.
Jabatan itu sejatinya amanah yang harus dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat. Jabatan bisa membawa seseorang menjadi orang yang mulia atau bahkan orang terhina. Apalagi ada beberapa kasus motif seseorang menduduki jabatan karena kegilaannya. Seolah mengatas namakan kepentingan organisasi atau rakyat nyatanya menyalahgunakan jabatan dan akhirnya di cokok Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) karena melakukan tindakan korupsi.
Jangan gila jabatan. Apalagi itu jabatan publik. Jika salah saja mengambil tindakan bisa fatal akibatnya. Baik atau buruknya seseorang setelah menjabat akan dinilai dari prestasi kerjanya saat menjabat. Berpikir ulanglah seribu kali jika menduduki jabatan untuk memperkaya diri sendiri dan melanggar hukum. Tuhan tidak tidur. Pastinya akan menunjukkan yang benar adalah benar yang salah adalah salah. Jika Anda memiliki jabatan, ingat itu adalah amanah yang harus dipertanggung jawabkan dunia dan akhirat.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
