Tragis karena Diabetes
Setiap orang berhak hidup yang terbaik. Sehat, tumbuh kembang, berkeluarga, dan memiliki keturunan. Hiduplah sebuah keluarga yang tinggal di kampung dengan minim pendidikan. Keluarga tersebut hidup bahagia karena telah dikaruniai tiga orang putra. Semuanya seolah tanpa cacat.
Sampai pada akhirnya musibah itu datang. Sang Ayah yang merupakan kepala keluarga sakit. Badannya menyusut sampai pada akhirnya hanya kulit dan tulang. Kemudian meninggal dunia. Indikasi diabetes sampai pada komplikasi kemudian berujung pada kematian.
Si Ibu memutuskan untuk tidak lagi menikah. Membesarkan ketiga putranya sampai anak-anaknya beranjak dewasa dan berumah tangga. Sang ibu telah diberikan banyak cucu dari ketiga putranya tersebut. Sampai pada suatu waktu putra-putranya mengalami sakit yang sama seperti suaminya. Gejalanya sama dan terjadi dalam waktu yang hampir bersamaan.
Awalnya anak sulungnya menunjukkan gelaja yang sama dengan suaminya, kemudian disusul anak kedua, dan anak ketiganya. Semuanya sama badannya susut hanya tinggal tulang dan kulit. Diagnosa medis ketiganya terkena penyakit diabetes. Ketiga putranya sudah berobat ternyata diabetes itu tidak bisa disembuhkan. Sang ibu hanya ikhlas atas takdir Sang Pencipta.
Apakah diabetes itu? Penderita diabetes mengalami kerusakan jaringan tubuh, yaitu kerusakan pada pankreas penghasil hormon pankreas, padahal fungsi hormon pankreas untuk memindahkan glukosa dari darah ke dalam sel guna mencegah gula darah tinggi. Jika pankreas sudah terlanjur rusak, gula darah akan tetap susah turun. Gula darah tinggi dapat memicu berbagai penyakit karena kerusakan organ tubuh vital.
Apa sebenarnya penyebab diabetes? Manusia memiliki sumber makanan 3 komponen yaitu potein, karbohidrat, dan lemak. Ketika seseorang makan makanan berkabohidrat seperti nasi putih dan gula, karbohidrat tersebut akan diubah menjadi glukosa. Lalu glukosa akan masuk ke dalam dua tempat di tubuh manusia yaitu sel dan darah. Jika glukosa masuk ke sel, glukosa tersebut akan menjadi energi. Saat gula darah tinggi pankreas akan bekerja lebih keras sehingga lama-lamaan pankreas rusak yang akan memicu berbagai macam penyakit berbahaya.
Diabetes ada empat tipe yaitu pertama diabetes tipe 1 adalah penyakit autoimun kronis yang terjadi ketika tubuh kurang atau sama sekali tidak dapat menghasilkan hormon insulin.Tipe ini jarang terjadi tetapi pasien tidak mengenal usia, kedua diabetes tipe paling banyak penderitanya, diperkirakan sekitar 95 persen kasus kencing manis adalah diabetes tipe 2. Dabetes ini biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan, ketiga diabetes tipe 3 adalah kondisi yang disebabkan oleh kurangnya suplai insulin ke dalam otak. Minimnya kadar insulin dalam otak dapat menurunkan kerja dan regenerasi sel otak sehingga memicu terjadinya penyakit Alzheimer, dan keempat diabetes tipe 4 yaitu gestasional adalah jenis diabetes yang terjadi pada ibu hamil. Tipe diabetes ini terjadi selama kehamilan bisa menyerang ibu hamil, walau tidak memiliki riwayat diabetes. Diabetes ini muncul karena plasenta ibu hamil akan terus menghasilkan sebuah hormon khusus.
Secara umum, jenis diabetes ini dapat menyerang siapa saja pada semua kalangan usia. Namun, diabetes tipe 2 lebih umum dan biasanya lebih mungkin terjadi pada orang dewasa dan lansia karena faktor gaya hidup yang tidak sehat, seperti kurang gerak dan kelebihan berat badan.
Diabetes diawali dengan terjadinya pradiabetes kemudian menjadi diabetes. Apa itu prediabetes? Prediabetes adalah peningkatan kadar gula darah dari kadar normal tapi belum cukup tinggi untuk dikategorikan sebagai diabetes. Namun, tanpa penanganan medis, prediabetes berpotensi berkembang menjadi diabetes tipe 2 dalam kurang dari 10 tahun. Cara mendeteksinya dengan cek gula darah. Gula darah puasa (8, 10, atau 12 jam berpuasa) pada orang yang sehat kurang dari 100 mg/dL. Orang dengan prediabetes memiliki kadar gula darah puasa (GDP) di antara 100-125 mg/dL (5,6-7,0 mmol/L). Jika seseorang dikatakan diabetes jika kadar gula darah puasanya mencapai 126 mg/dL (7.0 mmol/L) atau lebih. Diabates tidak bisa disembuhkan. Caranya supaya tetap sehat menjaga gula darah tetap stabil.
Lalu siapa saja yang terindikasi bisa terkena diabetes?Apakah orang tua yang menderita diabetes dapat menurunkan pada keturunannya? Berdasarkan penelitian medis bukan menurunkan sebenarnya tetapi apabila orang tua yang menderita diabetes, keturunannya memiliki faktor risiko untuk menderita diabetes di kemudian hari. Jika sejak awal keturunannya sudah waspada dan mengantisipasi untuk menjaga pola makan dan hidup akan terhindar dari diabetes.
Apa sebenarnya gelaja penderita diabetes? Penderita sering merasa haus, sering buang air kecil, terutama di malam hari, sering merasa sangat lapar, turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas, berkurangnya massa otot, terdapat keton (sisa pemecahan otot dan lemak) dalam urine, lemas, pandangan kabur, luka yang sulit sembuh, dan sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi, kulit, vagina, atau saluran kemih.
Orang yang terkena diabetes rawan mengalami komplikasi penyakit yaitu penyakit jantung, stroke, gagal ginjal kronis, neuropatidiabetik, gangguan penglihatan, katarak, depresi, demensia, gangguan pendengaran, luka dan infeksi pada kaki yang sulit sembuh, kerusakan kulit akibat infeksi bakteri dan jamur, termasuk bakteri pemakan daging. Bahkan saat pandemi covid-19 diabetes sebagai penyakit penyerta dapat menyebabkan efek covid bisa lebih parah sehingga dapat mempercepat kematian.
Orang yang rentan terkena diabetes itu siapa? Mereka yang kelebihan berat badan (obesitas), memiliki keluarga dengan riwayat diabetes tipe 2, kurang aktivitas fisik, faktor usia, menderita tekanan darah tinggi (hipertensi), memiliki kadar kolesterol dan trigliserida abnormal.
Adapun pengobatan diabetes tipe 2 yaitu perubahan pola hidup sehat (menghindari makanan berkadar glukosa tinggi atau berlemak tinggi), meningkatkan makanan tinggi serat, melakukan olahraga secara teratur, minimal 3 jam setiap minggu, menurunkan dan menjaga berat badan tetap ideal, menghindari atau berhenti merokok, menghindari atau berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, menjaga kesehatan kaki dan mencegah kaki terluka, memeriksa kondisi kesehatan mata secara rutin, pemberian obat-obatan diabetes di bawah pengawasan dokter.
Sejatinya semoga keluarga kita terhindar dari penyakit tersebut. Tentunya tidak mau seperti kasus keluarga diawal tulisan ini terjadi pada keluarga. Jaga terus pola hidup sehat dengan mengkonsumsi makanan yang rendah glokosa dan dibarengi olahraga teratur. Setiap manusia harus terus berupaya untuk kesehatan diri dan keluarganya sehingga dapat menjadi manusia yang berkualitas saat hidup. Sukses di dunia juga diakhirat dengan terus meningkatkan kadar keimanan dan ketakwaan. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
