Waspada Covid-19
Jika memang Anda belum pernah terjangkit virus durjana ini mungkin abai. Beranggapan bahwa itu hanya virus biasa. Bahkan beranggapan, saya tidak mungkin terkena. Fakta membuktikan ternyata setiap orang berpotensi terpapar. Sumber penyebarannya bisa sangat absurd. Sebagaimana yang terjadi di daerah saya.
Kawasan Kabupaten Tangerang, Banten merupakan zona merah. Banten sendiri provinsi yang menempel dengan Jakarta. Banyak sekali penglaju yang bekerja dari Banten ke Jakarta begitu juga sebaliknya. Akses interaksi antar wilayah sangat mudah. Sehingga wajar beberapa wilayah di Banten merupakan zona merah. Indikasinya efek dari Jakarta.
Ada kisah yang mengharu biru. Bagaimana tidak satu keluarga besar di rumah yang terdiri dari ayah, ibu, dua anak, menantu, dan seorang cucu dinyatakan positif covid-19. Awalnya sang ayah yang memiliki riwayat penyakit penyerta mengeluh sakit. Saat dibawa ke klinik dinyatakan terkena Demam Berdarh Denque (DBD) sebelumnya telah rapid tes dinyatakan non reaktif. Saat sudah dinyatakan lebih baik. Dibawa pulang kemudian di rumah kondisi si ayah semakin memburuk. Khawatir covid-19 akhirnya mendatangkan tenaga medis. Saat tes PCR semuanya dinyatakan positif. Direkomendasikan untuk karantina. Entah siapa yang membawa virus. Semua anggota keluarga memiliki mobilitas yang tinggi. Solusinya semua anggota keluarga harus berobat.
Bisa dibayangkan penghuni rumah semuanya terkena covid lalu siapa yang akan merawatnya jika memutuskan untuk karantina di rumah. Akhirnya berdasarkan kesepakatan mencari rumah sakit yang masih kosong untuk perawatan pasien covid. Mencari rumah sakit yang memiliki fasilitas ruang isolasi tidaklah mudah. Rata-rata rumah sakit penuh. Walau demikian akhirnya seluruh anggota keluarga bisa dirawat. Itu pun harus di 3 rumah sakit yang berbeda.
Bisa dibayangkan jika kejadian itu menimpa keluarga kita. Sangat sulit dibayangkan. Terlebih belum ada obat yang efektif dapat menyembuhkan pasien positif covid. Selain meningkatkan daya imun tubuh agar bisa melawan virus tersebut dari dalam tubuh.
Apakah Anda belum disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan? Waspadalah. Keluarga yang saya ceritakan di awal tulisan ini semuanya orang berpendidikan tinggi. Mereka sangat disiplin dalam menerapka protokol kesehatan ternyata terkena juga
Virus tersebut sangat berbahaya. Kondisi pandemi dengan jumlah pasien positif hampir mencapai satu juta jiwa, virus ini bisa ada dimana saja. Siapapun bisa berpotensi tertular. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi diri kita dari virus tersebut. Tetap jaga protokol kesehatan secara disiplin. Semoga kita sehat dan terhindari dari virus itu. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
