Apakah Hujan Penyebab Banjir?
Menurut informasi dari Badan Meterorologi Klimatologi dan Geofiska (BMKG) curah hujan di Indonesia sangat tinggi. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya awan hujan di atas langit Indonesia. Seolah-olah hujan deras keliling mulai dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, dan sekarang Jawa.
Hujan sejatinya rezeki dari Sang Pencipta. Air yang turun dari langit jika bukan merupakan kehendak Ilahi maka tidak akan menjadi. Bahkan saat hujan tidak kunjung turun ratusan juta rupiah akan digelontorkan untuk menyemai hujan buatan. Memaksa hujan turun walau pun gagal selalu membayangi.
Hujan yang akhir-akhir ini turun selain terjadi pada musim hujan sesuai iklim matahari yaitu iklim tropis pada rentangan Oktober sampai dengan April. Diperparah dengan adanya efek global warming (pemanasan suhu global) dimana suhu semakin panas dan memicu penguapan air lebih banyak dari biasanya. Kemudian memicu hujan turun begitu deras.
Ternyata derasnya air hujan tidak dibarengi dengan ketersediaan daerah resapan air, drainase yang buruk, berkurangnya daerah penghijauan, banyaknya alih fungsi lahan yang kemudian menyebabkan daur air terganggu sehingga air limpasan meluap di aliran sungai bahkan mengenangi daerah yang positasnya buruk kemudian memicu terjadi banjir.
Lalu apakah hujan penyebab banjir? Saya tidak sepakat jika hujan yang disalahkan. Hujan hanya menjalankan titah Sang Pencipta. Banjir itu ibarat sanksi bagi orang-orang yang merusak lingkungan sehingga dampak negatifnya tidak memilah-milah orang.
Lalu solusinya bagaimana? Kembalikan alam seperti semula sehingga air bisa menjalankan fungsinya dengan baik. Air menguap menjadi awan akibat pemanasan, kemudian menjadi awan, awan ada yang tertiup angin dan ada juga yang mengalami pendinginan kemudian menjadi buliran air hujan/salju/es jatuh ke bumi. Ada yang tertahan di daun/dahan pohon atau meresap ke dalam tanah. Ada pula yang mengalir di permukaan tanah. Pada akhirnya air akan kembali ke sungai/danau/laut kemudian mengulangi hal yang sama secara terus menerus.
Tidak ada yang salah dengan hujan. Manusia harus melakukan introspeksi diri apakah tindakanya terhadap alam sudah berpihak kepada lingkungan atau bahkan sebaliknya. Menuruti keserakahan hawa nafsunya guna merusak alam yang mengatasnamakan kebutuhan hidup. Hujan itu bukan penyebab banjir melainkan teguran bagi manusia supaya lebih memperhatikan alam.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
