Awas Oknum Pedagang Dulu Nakal
Beberapa hari ini, saya melihat mulai banyak para pedagang duku di sepanjang jalan raya nasional yaitu Jl. Raya Serang yang menghubungkan DKI Jakarta dengan Banten dan Pulau Sumatera yang terhubung dengan Selat Sunda yang biasa saya lewati saat berkendaraan. Menjadi hal wajar ketika musim duku yang dihasilkan dari wilayah pusat buah duku yaitu Palembang, Sumatera Selatan. Wilayah Pulau Jawa lah yang terdekat yaitu Banten sebagai salah satu wilayah pasarnya.
Bagi penyuka duku harus waspada dalam membelinya. Kebetulan saya penyuka buah ini dan akan berbagi pengalaman supaya tidak tertipu oknum perdagangan duku yang nakal. Berikut ini tips dan triknya supaya saat Anda membeli duku tidak menjadi korban dari oknum pedagang buah duku nakal.
Pertama, kenali duku palembang yang asli. Apakah ciri-cirinya? Jika ingin membeli duku yang asli perhatikan warna kulit duku, jika kekuningan itu asli. Apabila terlihat putih bukan berasal dari suku Palembang dan rasanya asam. Selain itu kulit luar duku lebih halus dan tipis bukannya kasar. Jika ada pedagang yang mengatakan bahwa ini adalah duku Palembang jangan mudah percaya kenali dulu cirinya. Kecurangan yang sering dilakukan pedangan nakal yaitu menjual duku bukan dari Palembang tetapi mengaku berasal dari Palembang atau mengoplos duku asli dengan yang bukan.
Kedua, cicipi sebelum membeli. Pembeli itu raja, baiknya sebelum membeli duku cicipi dahulu duku yang akan dibeli. Pastikan mengambil sendiri saat mencicipi jangan yang diambilkan penjual. Kecurangan yang sering terjadi diberikan dulu yang asli untuk menyicipi tetapi yang diberikan bukan duku yang asli.
Ketiga, pastikan memilih sebelum membeli. Sejatinya pembeli diberikan kebebasan dalam membeli semisal memilih suatu produk. Semisal buah duku juga sama. Mengapa harus memilih. Oknum pedagang duku nakal bisanya memilah duku ukuran besar paling disusun palingbatas. Parahnya bagian tengah dan bawah ukuran duku kecil bahkan busuk. Plastik pembungkus yang digunakan berwarna hitam/gelap sehingga si pembeli akan mengetahui di bohongi hanya saat di rumah. Padahal jika si pedagang mau jujur pilah saja buah duku menjadi dua yang kecil dan besar. Bedakan harganya. Lalu yang busuk di buang bukan dijual dengan cara penipuan tersebut.
Keempat, perhatikan berat kiloan duku. Ada oknum nakal yang menggunakan timbangan kurang dari 1 kg. Apakah semua jenis timbangan bisa untuk mencurangi pembeli? Entahlah setahu saya yang tidak bisa dibohongi yaitu timbangan elektrik. Selain itu kita bisa mencoba merasakan berat 1 kilogram masa berat suatu benda. Jika saat membeli ada potensi kecurangan, Anda bisa membatalkan pembelian atau menegur si penjual untuk tidak berbuat curang.
Waspadalah terhadap oknum pedagang buah duku nakal. Pastikan jika akan membeli duku di toko buah yang resmi dan menetap. Jika membeli di pinggir jalan rawan tertipu. Jika seandainya mau tetap membeli dari penjual duku pinggir jalan pastikan Anda memahami tips dan trik yang saya sampaikan sebelumnya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
