Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Bijaklah saat Menerima Kritik
Kabarindonesia.com

Bijaklah saat Menerima Kritik

Manusia terlahir memiliki otak yang sempurna. Manusia dengan otaknya dapat memiliki banyak kecerdasan. Jika rujukannya kemampuan manusia diharapkan memiliki kompetensi pada ranah afektif (sikap), kognitif (pengetahuan), dan psykomotor (keterampilan). Ketiga ranah tersebut sangat penting bagi setiap orang.

Ranah afektif itu apa? Ranah yang berkaitan dengan sikap dan nilai. Ranah ini mencakup watak perilaku seperti perasaan, minat, sikap, emosi, dan nilai. Sikap tersebut dapat berubah kearah yang baik akan tetapi membutuhkan proses yang relatif lama. Perubahan bisa juga terjadi jika seseorang telah memiliki penguasaan kognitif level tinggi.

Seseorang memiliki ranah efektif yang baik telah memiliki kecerdasan emosional. Kecerdasan emosional adalah kemampuan seseorang untuk menerima, menilai, mengelola, serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Dalam hal ini, emosi mengacu pada perasaan terhadap informasi yang diterima. Bijak dalam merespon suatu hal dengan pendekatan penguasan emosi yang tepat.

Manusia sebagai makhluk individu memiliki kehidupan masing-masing. Kemudian secara sosial berinteraksi dengan pribadi yang lain apakah di keluarga, sekolah, masyarakat, tempat bekerja, dan lingkungan sosial lainnya. Sebagai manusia saat besikap dan berprilaku pastinya tidak luput dari kekeliruan. Pada saat keliru tersebut apakah ada yang melakukan kritikan terhadap diri kita. Jika tidak ada yang telah dilakukan sempurna. Akan tetapi jika ada yang mengkritik artinya sayang dan memperhatikan kita.

Faktanya respon setiap orang saat dikritik itu berbeda-beda. Ada orang yang beranggapan paling benar sehingga semua tindakannya sudah tepat. Apa yang dilakukan adalah yang terbaik. Sudah sesuai prosedur. Orang yang mengkritik di anggap sebagai menganggu bahkan seolah ada prasangka buruk ingin menggagalkan apa yang sedang dilakukan. Memang kritik itu pahit tetapi jika untuk kebaikan sejatinya harus menerimanya sebagai masukan untuk hal yang lebih baik.

Kritik itu pahit laksana obat. Obat pahit tetapi dapat menyembuhkan karena merangsang tubuh untuk melawan penyakit. Segala kritikan itu sebagai masukan sehingga kedepannya bisa menjadi lebih baik. Melalui kritik apa yang akan dilakukan sebagai proses menuju konsep ideal. Konsep terbaik yang kelak bisa dijadikan rujukan untuk kegiatan yang sama kedepannya. Bijaklah saat mendapatkan kritikan sepahit apapun kritikan tersebut.

Kritik juga bisa diterapkan pada pemerintah. Sejatinya fungsi kritik itu ada pihak oposisi sebagai penyeimbang. Saat ada tindakan pemerintah yang sedang memimpin kemudian dianggap kurang pasti akan mendapatkan kritikan dari lawan politiknya. Pemerintah harus merespon dengan bijak. Lakukan kajian ulang berdasarkan kritikan tersebut kemudian perbaiki. Hal itu seharusnya yang dilakukan. Bukan malah sebaliknya.

Makna kritikan menjadi sangat umum. Bisa diterapkan pada banyak hal segmen kehidupan termasuk dunia kesehatan, pendidikan, keluarga, dan elemen sosial lainnya. Yuk jangan anti kritik. Responlah secara bijak setiap kritikan. Mengkritik artinya tanda sayang dan perhatian. Berterima kasihlah pada orang yang telah mengkritik kita. Mereka itu telah meluangkan waktunya untuk memperhatikan kita.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post