Hantu Hutan Bambu
Kabupaten Tangerang, Banten merupakan kawasan Industri. Banyaknya pabrik sehingga memicu para pendatang dari daerah lain untuk bekerja sebagai karyawan pabrik. Menjadi sangat wajar untuk memenuhi target produksi ada pabrik yang menerapkan shift kerja. Misalnya pukul **(censored)**, lalu shift berikutnya adalah 16.00-01.00 dan **(censored)**
Adi karyawan pabrik yang kebetulan mendapatkan shift malam yaitu pukul 16.**(censored)**Berangkat kerja sore kemudian pulang selepas tengah malam. Adi pergi dan pulang bekerja masih menggunakan angkutan umum dalihnya memberikan rezeki pada supir, jalan kaki menyehatkan, dan tidak perlu mengeluarkan uang untuk membeli bensin motor. Sebagai pendatang Adi memilih mengontrak rumah di perkampungan dengan alasan menyukai kehidupan warga kampung yang masih guyub.
Tepat saat malam Jumat kliwon Adi pulang dari pabrik. Mobil angkutan umum yang beroperasi 24 jam mengantarkan kepulangannya. Saat ia melihat waktu menunjukkan pukul 01.30. Saat turun di ujung jalan bulu kuduknya merinding karena harus melewati hutan bambu yang hanya ada satu rumah Mbah Sari. Nenek tua yang hidup sebatang kara ditinggal keluarganya merantau ke kota. Saat Adi melewati hutan bambu tersebut benar saja ada makhluk berwujud putih. Adi pun lari terbirit-birit kemudian bertemu dengan warga yang sedang ronda. " Di kenapa lari?" Ucap Ahmad yang sedang ronda. Adi dengan napas tersengal-sengal menjawab "Ada hantu penunggu hutan bambu dekat rumahnya Mbah Sari" ucap Adi dengan celana yang basah karena mengompol. Kemudian para peronda penasaran tidak percaya dan mengajak Adi membuktikannya. Dalihnya dipastikan jangan membuat resah warga. Mereka akhirnya bersama-sama datang ke hutan bambu tersebut benar saja makhluk berwujud putih itu masih ada. Saat di senter ternyata Mbah Sari yang sedang keluar rumah menggunakan mukena setelah salat tahujud. Dalihnya mengecek ayam peliharaanya khawatir dimangsa musang.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
