Janjian Bertemu
Sari seorang wanita yang sudah bersuami. Wanita yang sangat membutuhkan perhatian dari suaminya Yudi. Tetapi hal itu jauh dari harapan. Sang suami lebih cuek. Padahal Sari sudah berkomitmen akan menerima kekurangan suaminya. Kekurangan suaminya adalah kelebihannya yang akan diterimanya dan tidak akan mengeluh. Berharap suaminya adalah pelabuhan terakhirnya dalam menghabiskan sisa usianya.
Zaman media sosial ternyata memiliki dampak negatif. Setan menggoda dengan banyak cara supaya manusia tergelincir kemudian berbuat dosa. Godaan itu pun muncul pada Sari saat aktif di media sosial. Ia berteman dengan banyak kalangan. Akhirnya ia tergoda dengan bujuk rayu lelaki petualang di media sosial. Ia berkenalan dengan lelaki yang namanya Asep. Lelaki yang di foto profilnya sangat tampan dan menawan. Mereka berdua akhirnya sering mengobrol dan semakin akrab di dunia maya. Menggunakan jati diri palsu. Sampai pada akhirnya berencana untuk janjian bertemu.
Suatu ketika saat Yudi suaminya belum pulang bekerja. Ia meminta izin kepada suaminya untuk pergi ke mall melalui pesan WA. Padahal ia berencana berbuat terlarang untuk bertemu lelaki kenalannya di media sosial. Ia sudah menggunakan pakaian warna merah supaya mudah dikenali Asep. Mereka berencana bertemu di salah satu tempat makan yang ada di mall tersebut. Saat ia sampai di tempat makan tersebut, kemudian memilih tempat duduk paling pojok mengantisipasi supaya tidak dilihat orang yang dikenal. WA kemudian berdering ternyata dari Asep yang sudah di lokasi. Sari kemudian memberikan informasi lokasi tempat duduknya. Sari menunggu lelaki yang dikenalnya di media sosial tersebut sambil minum orange juice. Ternyata saat lelaki itu datang ke tempat duduknya, sosoknya tidak asing. Setelah mendekat itu suaminya sendiri.
(Bersyukur dan jujurlah pada masing-masing pasangan itu lebih baik dibanding mencari fatamorgana semu di dunia maya. Jangan-jangan kelakuan berdua itu sama)
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
