Jodoh Online
Putri seorang gadis yang lugu. Tinggal di daerah pedesaan yang ada di Banten. Usianya sudah memasuki kepala tiga. Jodoh ternyata tidak kunjung hadir. Putri memiliki teman namanya Ayu. Ayu telah menikah dengan lelaki tampan yang di kenalnya melalui media sosial. Ayu pun telah dikaruniai seorang anak. Kebetulan lelaki yang dikenalnya Ayu masih satu kabupaten. Saat proses pertemuan dan perkenalan sudah merasa cocok kemudian menikah. Putri pun termotivasi dengan kisah sukses sahabatnya tersebut. Mencari jodoh secara online mengapa tidak dicoba.
Putri pun akhirnya aktif di media sosial untuk mencari jodoh dibimbing langsung Ayu sahabatnya. Putri mulai melihat foto profil lelaki yang menarik hatinya. Kemudian mengkonfirmasi pertemanan dengan menulis tujuan perkenalan. Kemudian dilanjutkan dengan chat dalihnya sebagai bagian dari proses penjajakan. Sekian banyak kenalannya ada Raditya. Raditya berasal dari Balikpapan, Kalimantan Timur. Berdasarkan ceritanya ia seorang pegawai mapan yang sedang mencari jodoh. Terang saja membuat putri bertambah yakin sehingga menjadikan sebagai kandidat calon imamnya. Mereka berdua merasa cocok dan Raditya berniat untuk menikahi putri. Putri akhirnya bercerita kepada kedua orang tuanya. Dengan rasa haru orang tuanya mendukung dan akan membuat kejutan untuk datang ke Kalimantan sekaligus bersilaturahmi. Putri akhirnya menyiapkan segala keperluan untuk bersua calon pendampingnya tersebut. Orang tua putri pun menjual tanah di belakang rumahnya untuk biaya menuju ke Kalimantan.
Setelah menemukan waktu yang tepat putri, ayah, dan kakak lelakinya bersiap menuju Kalimantan. Berbekal alamat dari akut Raditya di media sosial, mereka bertiga berangkat. Rencananya memberikan kejutan untuk lelaki yang telah diyakini dapat menjadi imam yang baik. Komunikasi yang dilakukan putri dengan Raditya apakah dengan chat, voice note, dan vide call sudah dianggap cukup. Mereka bertiga kemudian menuju Bandara Soekaro-Hatta menggunakan transportasi daring. Setelah naik pesawat mendarat dengan selamat di Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan. Kemudian memesan transportasi daring dengan tujuan alamat Raditya. Setelah mobil di dapatkan menuju lokasi. Hati putri sudah dak dik dug sepanjang jalan. Supir kemudian mengagetkan. "Sudah sampai" ucap supir dan menunjuk rumah yang megah di pinggir jalan sesuai alamat di aplikasi. Setelah membayar mereka bertiga turun langsung menuju rumah tersebut. Saat mengetuk pintu keluarlah seorang ibu muda. Kemudian setelah di tunjukkan foto di media sosial apakah ibu muda itu mengenalnya. Jawaban si ibu "Foto itu adalah suaminya". Putri akhirnya pingsan bruk.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
