Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Jomblo Pejuang
Id.pinterest.com

Jomblo Pejuang

Setiap orang saat sudah cukup dewasa, berpendidikan, memiliki pekerjaan dan penghasilan yang cukup pasangan hidup adalah keharusan. Lelah rasanya jika kedua orang tua sendiri selalu bertanya kapan ibu dan bapak menimang cucu. Segeralah menikah apa lagi yang sedang ditunggu. Kalau keburu kiamat bagaimana? Belum lagi orang yang mengenal selalu bertanya kapan menikah? Sudah punya anak berapa? Nikah saja belum tanya punya anak.

Adi masih jomblo. Teman-teman seumurannya sudah menikah bahkan ada yang telah memiliki tiga anak. Adi akhirnya kepikiran terus apa yang disampaikan kedua orang tuanya untuk segera menikah. Terlebih Adi anak tunggal. Kedua orang tuanya berharap memiliki banyak cucu dari anak semata wayangnya yang dianggap sukses dengan kehidupannya tetapi tidak dengan jodohnya. Padahal Adi sudah berikhtiar untuk mencari pendamping hidupnya. Asalkan cocok dengan dirinya. Akan langsung di ajak menikah tidak mau menunggu waktu lama. Idealisme mendapatkan wanita terbaik kriterianya sudah diturunkannya.

Hari itu Minggu, Adi berpamitan kepada kedua orang tuanya untuk pergi ke toko buku. Selain untuk membaca buku sambil mencari jodoh pikirnya. Setelah berdandan rapih dan menggunakan minyak wangi, Adi berangkat. Sesampainya di lokasi langsung menuju rak buku khusus novel-novel romantisme, berharap bisa berkenalan dengan wanita cantik yang sedang membaca juga. Benar saja ada, wanita berhijab dengan paras yang cantik memilih novel yang dijajakan. Adi memberanikan diri untuk bertanya "Suka novel yah" tanya Adi. Wanita itu hanya tersenyum dan mengangguk. Adi melihat wajah wanita itu, ia sudah jatuh cinta pada pandangan pertama. Kemudian Adi mengambil novel karya Tere Liye yang judulnya "Tentang Kamu" yang ini bagus kisah Sri Ningsih yang dibalut dalam kisah perjuangan, kesabaran, ketabahan, kerja keras, persahabtan, cinta, dan kepercayaan. Tiba-tiba datang seorang lelaki tampan. Si wanita itu pun menoleh ke Adi. "Permisi Mas, suami saya sudah datang" ucap wanita itu. Muka Adi memerah ternyata wanita yang didekatinya istri orang.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post