Sayur Santan
Adi dan Nafisa merupakan pasangan pengantin baru. Hidup berdua mengontrak. Alasannya untuk hidup mandiri. Menjalani hidup berdua penuh rasa kasih dan sayang. Menjaga masing-masing perasaaan pasangan. Saat tinggal di rumah mertua merasa ada rasa tidak enak terhadap orang tua masing-masing pasangan. Mereka berdua berkomitmen setiap dua minggu berkunjung ke rumah suami kemudian dua minggu berikutnya ke rumah istrinya.
Nasifa asli kampung berbeda dengan Adi yang merupakan orang kota. Mereka dipertemukan saat di kampus. Itulah cinta jika sudah jodoh tidak akan kemana. Tidak peduli apapun latar kehidupannya. Sejatinya ada budaya yang berbeda dan harus mereka satukan. Dua minggu yang lalu mereka sudah berkunjung ke orang tua Adi (Mertua Nafisa). Saat libur bekerja Sabtu dan Minggu, mereka berangkat pada sabtu pagi dan pulang minggu sore.
Minggu ini merupakan Minggu kedua berikutnya. Mereka sudah bersiap menuju ke rumah orang tua Nafisa (Mertua Adi). Seperti biasa berangkat Sabtu pagi setelah menyiapkan segala keperluan dan oleh-oleh untuk Mertuanya. Orang tua istrinya petani sehingga hampir sebagian besar kebutuhannya dipenuhi dari bercocok tanam. Jika pulang ke rumah orang tuanya Nafisa sangat senang karena masakan ibunya adalah makanan terlezat. Benar saja saat sampai di kampung disajikan makanan khas kampung. Ada kuah santan yang sangat menggugah selera. Saat makan bersama di meja makan, Adi sangat lapar, mengambil nasi lalu mencampurnya dengan kuah santan yang menggugah selera. Isi kuah santan itu soun dan potongan hijau bulat tipis. Saat Adi menyuapnya, ia meringis karena rasa sayurnya pahit. Ibu mertuanya bertanya "Bagaimana rasa sayurnya, enakkan?" Adi menjawab "Enak ibu, tapi pahit.." Semuanya tertawa "Kenapa tidak tanya dulu itu sayur santan paria memang rasanya pahit kesukaan Nafisa" Ibu mertuanya sambil melirik Nafisa putrinya. Nafisa tersenyum tidak tega melihat suaminya kepahitan makan sayur paria.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
