Waspadai Keberadaan Makhluk Astral
Alhamdulillah istri saya telah melahirkan putra. Anak lelaki yang telah dinantikan selama 15 tahun usia pernikahan. Saya memberi nama Faqih Zafran Mulya Al Khairi. Biasa di panggil Faqih. Bayi terlahir sehat dan kini sudah berusia 34 hari.
Menurut kepercayaan selama 40 hari ibu dan bayi tidak boleh keluar rumah. Bahkan ada mitos harus menyiapkan sapu lidi dan gunting di dekat di bayi supaya terlindungi dari makhluk astral penganggu. Alasannya si ibu dalam kondisi nipas (belum suci) sedangkan bayi dalam kondisi masih suci (masih bersih) sehingga masih bisa melihat makhluk astral.
Saya sih awalnya tidak meyakininya. Sampai pada akhirnya Faqih terus menangis. Selama semalaman. Saya curiga bagian tubuhnya ada yang terkilir. Akhirnya saya coba bertanya pada tetangga perihal pemijat bayi. Panggilan di daerah saja paraji. Ibu yang sudah sepuh yang dianggap memiliki kemampuan khusus dalam mengurusi persalinan, pijat ibu yang baru melahirkan, dan pijat bayi. Apakah dari segi teknik dalam membantu proses persalinan maupun dalam kemampuan spiritual.
Setelah saya mendapatkan alamatnya. Akhirnya bersama istri dan Faqih menuju ke rumah ibu paraji. Sekitar pukul 09.00 pagi berangkat. Setelah Faqih mandi pagi. Akhirnya rumah ibu paraji tersebut pun ketemu. Saat saya salam kebetulan beliau ada. Akhirnya Faqih di pijit ternyata tidak ada yang terkilir, semuanya normal. Kemudian ibu paraji meminta izin menyentuh pundak istri.
Saat di pegang pundak istri yang kiri oleh paraji, istri teriak kesakitan. Ibu paraji hanya tersenyum. Kemudian di pegang pundak kanan istri, juga kembali berteriak. Sakitnya bukan main. Padahal hanya di pegang tidak dilakukan pemijatan. Setelah selesai, ibu paraji menyampaikan bahwa kondisi istri pasca melahirkan belum bersih masih dalam keadaan nipas sehingga ada makhluk astral yang menempel. Mecium bau amis darah.
Kemudian karena Faqih masih bersih dan suci dapat melihat makhluk astral tersebut. Sehingga karena makhluk astral itu menempel di ibunya dengan wajah yang menyeramkan, saat Faqih melihatnya kemudian ketakutan, lalu menangis.
Saat ditanya apakah istri pernah keluar rumah sebelum 40 hari?. Jawab istri, sering. Sambil melirik ke saya, pendamping setia saat bepergian. Kemudian ibu paraji memberikan petuahnya bahwa manusia hidup di dunia itu berdampingan dengan makhluk astral sehingga harus mewaspadai keberadaanya dengan selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Memohon perlindungan kepada Allah dengan senantiasa mendekatkan diri kepada-Nya dengan terus meningkatkan kadar keimanan dan ketaqwaan.
Alhamdulillah Faqih tidak lagi menangis saat malam. Semuanya kembali normal. Sejatinya kejadian tersebut dapat meningkatkan keimanan kita kepada Allah SWT tentang perihal adanya makhluk gaib. Sejatinya sesuai dengan salah satu dari rukun iman yaitu beriman kepada yang gaib, sebagai bentuk keimanan dari seorang muslim yang harus meyakininya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
