Waspadai Angin Duduk
Setiap manusia berharap selalu sehat. Menjalani proses hidup penuh kebahagiaan. Memanfaatkan waktu secara efektif selama hidup dengan melakukan banyak aktivitas yang bermanfaat sampai anak, cucu, dan cicit. Berharap panjang umur dalam kondisi sehat. Hal itu merupakan dambaan semua orang.
Akan tetapi terkadang realita tidak sesuai dengan harapan. Berapa pun umur seseorang jika takdir sudah memutuskan kematian bisa datang kapan, dimanapun, dan dengan cara apapun. Saya tersontak saat ada teman mengajar menyampaikan informasi duka bahwa keponakannya wafat karena angin duduk. Apa sebenarnya angin duduk tersebut?
Sebagaimana dilansir situs Alodokter.com, angin duduk (angina) adalah nyeri dada yang muncul akibat adanya gangguan aliran darah ke jaringan otot jantung. Nyeri dada tersebut akibat angin duduk yang sering kali mirip dengan nyeri dada akibat penyakit lainnya.
Masih pada situs yang sama. Angin duduk terjadi ketika pembuluh darah jantung (koroner) mengalami penyempitan. Pembuluh darah tersebut berfungsi untuk mengalirkan darah yang kaya akan oksigen ke otot jantung, agar jantung dapat memompa darah dengan baik. Hal itu mengalami gangguan sehingga munculnya rasa sakit pada dada.
Ketika pembuluh koroner itersebut mengalami penyempitan, suplai oksigen untuk otot jantung akan terganggu sehingga jantung tidak dapat memompa darah dengan maksimal. Kondisi ini juga dikenal dengan penyakit jantung koroner. Orang mengenalnya dengan angin duduk.
Gejala utama angin duduk adalah nyeri dada. Nyeri dada seperti ditindih atau ditekan benda berat. Nyeri dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, bahu, punggung, rahang, dan gigi. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam.
Sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko penyakit jantung koroner yang menimbulkan angin duduk pada penderitanya yaitu . Faktor kolesterol tinggi, diabetes, hipertensi, stres, obesitas, merokok, kurang berolahraga, memiliki keluarga yang pernah mengalami angin duduk, laki-laki berusia 45 tahun ke atas atau perempuan 55 tahun ke atas, dan mengonsumsi minuman beralkohol telalu banyak.
Angin duduk memiliki gejala utama yaitu nyeri dada seperti ditindih atau ditekan benda berat. Nyeri dapat menyebar ke bagian tubuh lain, seperti leher, lengan, bahu, punggung, rahang, dan gigi. Pada wanita, terkadang nyeri dada dapat terasa seperti ditusuk benda tajam. Bisa juga menunjukkan gejala keringat dingin, mual, pusing, lemas, dan sesak napas.Gejala angin duduk lebih sering timbul saat beraktivitas, dan mereda atau hilang jika penderitanya beristirahat (angin duduk stabil), jika rasa sakit tidak hilang (angin duduk tidak stabil).
Siapa orang yang beresiko terkena angin duduk? Orang yang memiliki sakit bawaan diabetes atau hipertensi, yang sangat beresiko terjadinya penyakit jantung koroner. Sejatinya seseorang perlu berkonsultasi dengan dokter untuk mendapatkan pengobatan. Jika mengalami gejala-gejala angina, segeralah pergi ke dokter agar dapat ditangani secepatnya. Penderita yang mengalami gejala angin duduk tidak stabil harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat (IGD) di rumah sakit terdekat, karena dikhawatirkan mengalami serangan jantung.
Pengobatan angin duduk sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jantung untuk mengetahui penyebabnya. Angin duduk paling sering disebabkan oleh penyakit jantung koroner, sehingga dokter akan meresepkan obat-obatan untuk penyakit jantung koroner. Penyempitan pembuluh darah jantung juga dapat menyebabkan angin duduk tidak bisa lagi diatasi dengan obat-obatan. Pada kondisi ini, diperlukan tindakan khusus oleh dokter jantung untuk mencegah serangan jantung seperti pemasangan ring jantung dan melakukan operasi bypass jantung.
Untuk mengurangi keparahan gejala dan menurunkan risiko terjadinya serangan jantung, penderita perlu menjalani pola hidup sehat dan meninggalkan kebiasaan buruk yang dapat memicu munculnya penyakit jantung koroner. Pola hidup sehat yang dianjurkan seperti mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mengonsumsi makanan yang mengandung banyak serat (buah-buahan, sayur-sayuran, dan biji-bijian), membatasi konsumsi makanan-makanan yang mengandung lemak jenuh, tidak makan melebihi porsi atau kalori yang dibutuhkan oleh tubuh, tidur yang cukup, yaitu 6-8 jam sehari, mengelola stres dengan baik, menjaga berat badan ideal, tidak merokok, dan membatasi konsumsi minuman beralkohol. Bagi penderita diabetes penting untuk selalu menjaga stabilisasi gula darah. Dampak terburuk bagi penderita angin adalah kematian.
Semoga kita terhindar dari penyakit angin duduk. Diberikan kesehatan, panjang umur, dan selalu dapat melakukan berbagai aktivitas dunia dan beribadah sebagai manusia beragama. Meraih kesuksesan dunia dan akhirat. Jika memang takdir menghampiri, berharap bisa menghadap Sang Pencipta husnul khotimah. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
