Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dilema Pembelajaran Tatap Muka Era Pandemi
Pahamify.com

Dilema Pembelajaran Tatap Muka Era Pandemi

Setelah 1 tahun dunia pendidikan di Indonesia menerapkan belajar dari rumah saat pandemi covid-19. Berdasarkan evaluasi semua pemangku kebijakan pendidikan di negeri ini bersepakat bahwa pembelajaran tatap muka suatu keharusan. Makna pembelajaran seolah ada yang hilang saat pembelajaran dilakukan secara daring dibandingkan tatap muka.

Tahun ajaran 2021-2022 sekolah diharuskan melakukan tatap muka dengan menerapkan protokol kesehatan dengan aturan yang ketat. Berapa jam pun perhari belajar tatap muka harus dilakukan sebagai bentuk pembelajaran. Sejatinya praktik pembelajaran akan menerapkan daring dan luring. Hal itu mengharuskan guru menggunakan dua pendekatan belajar tata muka dan daring.

Dasar penerapan kebijakan tersebut asumsinya semua guru dan tenaga kependidikan telah mengikuti program vaksinasi. Walaupun dalam praktiknya akan menjadi dilema. Bagaimana tidak, guru dan tenaga kependidikan divaksin ternyata siswanya tidak. Alasannya mereka masih memiliki daya imun yang baik sehingga antibodi tubuhnya dapat melawan virus tersebut. Tetap saja berpotensi menularkan dengan status Orang Tanpa Gelaja (OTG) jika terpapar virus tersebut.

Menjadi dilema bagi sekolah-sekolah yang siswanya harus berangkat ke sekolah menggunakan transportasi umum. Saat mereka di jalan menuju ke sekolah rawan terpapar covid-19 dan berinteraksi dengan orang lain yang tidak diketahui status terpapar covid atau tidak. Saat mereka sampai ke sekolah bertemu dengan teman-temannya dan guru-guru jika lengah sedikit saja bisa menjadi karier atau penyebar virus.

Apakah disiplin menerapkan protokol kesehatan bisa siswa/i lakukan? Orang dewasa saja sulit lalu bagaimana dengan siswa usia sekolah? Sejatinya perlu ada tim gugus covid-19 di setiap sekolah. Dengan kata lain tim kedisiplinan penegakan protokol kesehatan. Tim tersebut harus bekerja ektsra dalam menegakan aturan ketat protokol kesehatan dengan menyediakan semua fasilitas penunjangnya untuk guru maupun siswa.

Lalu uji coba atau sekolah percontohan menjadi sangat penting. Apakah konsep pembelajaran tatap muka efektif dilaksanakan? Jika berhasil diterapkan, pola yang sama bisa pula diterapkan pada sekolah lain saat tahun ajaran baru tahun ini di terapkan.

Semoga dunia pendidikan di Indonesia dapat kembali normal. Belajar bisa dilakukan dengan tatap muka normal. Pandemi covid-19 bisa segera tuntas dan berbagai segmen kehidupan dapat dilakukan secara normal tidak terkecuali dunia pendidikan di Indonesia tanpa ada kekhawatiranbahaya covid-19. Aamiin.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post