Sakit itu Teguran
Setiap orang berharap bisa selalu sehat. Menjalani hidup tanpa keluhan sakit. Tetapi itu hal yang tidak mungkin. Allah SWT telah memberikan tubuh dengan segala organ dan fungsinya yang teramat sempurna akan tetapi kembali kepada manusia itu sendiri. Apakah mampu menjaganya atau bahkan abai. Manusia terkadang lalai dengan pola hidup yang dijalani sehingga sakit pun akhirnya menghinggapi.
Sebagai ASN, saya diharuskan mengikuti Asuransi Kesehatan (ASKES). Kemudian bermigrasi ke BPJS. Wajib sifatnya keanggotaan di kelas A dengan iuran terbesar. Saya sih berharap tidak pernah menggunakannya dengan keluarga. Sampai pada akhirnya saya ada keluhan kemudian diperiksa di Puskesmas sebagai Fasilitas Kesehatan (Faskes) yang saya pilih. Hasil pemeriksaan diharuskan dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tobat Balaraja, Kabupaten Tangerang.
Ternyata kondisi pandemi berobat ke RSUD sangat banyak aturan. Semuanya serba dibatasi atas nama protokol kesehatan. Bahkan untuk pengambilan nomor pasien pun saya harus mengantri sejak subuh hari. Kemudian mendaftar dan sekarang sedang mengantri di poli. Sudah berjam-jam menjelang siang hari masih menunggu panggilan. Ternyata modalnya harus sabar. Sejatinya ini adalah pengalaman pertama ke rumah sakit. Semoga setelah diperiksa hasilnya dapat sesuai harapan tidak terindikasi penyakit yang membahayakan.
Sakit itu teguran untuk lebih menjaga kesehatan tubuh. Terlebih jika usia telah 2/3 dihabiskan. Kisaran 40 tahun ke atas, tubuh sangat rentan mengalami keluhan. Jika seseorang pada usia tersebut masih diberikan kesehatan yang baik oleh Allah SWT sejatinya dapat disyukuri. Berbaik sangkalah terhadap takdir dari Allah SWT jika memang tubuh sedang ditegur sakit.
Saya pun berbaik sangka teringat sabda Rasulullah SAW dalam hadis riwayat Muslim, “Tidaklah menimpa seorang mukmin rasa sakit yang terus menerus, kepayahan, penyakit, dan juga kesedihan, bahkan sampai kesusahan yang menyusahkannya, melainkan akan dihapuskan dengannya dosa-dosanya.” Berdasarkan hadis tersebut sebagai manusia tidak luput dari khilaf dan dosa. Mudah-mudah karena sakit ini dapat menghapuskan dosa-dosa saya. Aamiin ya Allah.
Jagalah kesehatan sebelum sakit datang. Teruslah ikhtiar maksimal untuk memperjuangkan kesembuhan. Sesungguhnya allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sampai mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri" (QS. Ar-Ra’du:11). Ayat tersebut mentasbihkan bahkan ikhtair harus terus dilakukan supaya dapat merubah keadaan. Walaupun hasil akhirnya diserahkan kepada Sang Pencipta untuk memutus yang terbaik bagi setiap insannya.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
