Seorang Guru itu Menulis, Why?
Menulis zaman now adalah suatu keharusan. Bagaimana tidak hampir semua aktivitas diharuskan mampu menulis apakah manual atau secara digital. Terlebih menulis yang dijadikan profesi atau kewajiban dalam pekerjaan. Sejalan dengan semangat literasi yang telah membumi.
Apakah Anda pendidik? Jika iya, menulis itu suatu keharusan. Akan tetapi harus jelas visi dan misinya dalam menulis. Seorang guru itu menulis, why? Jika ditelisik siapa guru itu? Guru yaitu seseorang yang telah mengabdikan dirinya untuk mengajarkan suatu ilmu, mendidik, mengarahkan, dan melatih muridnya agar memahami ilmu pengetahuan yang diajarkannya serta memberikan pendidikan akhlak dan karakter. Sehingga peran guru menjadi penting dalam proses menciptakan generasi penerus yang berkualitas, baik secara intelektual maupun akhlaknya pada bangsa ini. Tugas mulianya mempersiapkan generasi masa depan yang gemilang.
Tugas guru yang mulia itu sejatinya harus didukung oleh tanggung jawab guru untuk terus meningkatkan kualitas diri dan sosial dalam mewujudkannya. Tujuannya tidak lain untuk mencapai tujuan pendidikan yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.
Guru dalam menjalankan tugasnya harus memenuhi kualifikasi akademik tertentu, memiliki kompetensi pendidikan profesi guru, sertifikat pendidik, sehat secara jasmani dan rohani, dan memiliki kemampuan untuk mendukung terwujudnya tujuan pendidikan nasional. Khusus kompetensi pendidik yang harus dipenuhi yaitu kompetensi pedagogik, kepribadian, profesional, dan sosial.
Lalu menulis sejatinya dilakukan guru pada ranah kompetensi apa? Pada kompetensi pedagogik dan profesionalisme. Seorang guru saat akan mengajar dituntut untuk membuat perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Mempersiapkan bahan ajar. Kesemuanya harus di tulis. Belum lagi jika ASN akan melakukan kenaikan pangkat guna pengembangan profesi kependidikan harus melakukan berbagai publikasi ilmiah. Sehingga menulis akhirnya menjadi suatu keharusan bagi seorang guru.
Sejatinya jika Anda seorang guru setelah memiliki kemampuan menulis, menulislah fokus pada hal yang menunjang profesi Anda sebagai guru. Setelahnya jika ingin menulis untuk tujuan yang lain silahkan seperti motif penghargaan, tanda mata kehidupan, lomba, identitas diri, aktualisasi diri, kepuasan batin, menabung amal, bahkan menulis dijadikan pekerjaan sampingan untuk menghasilkan pundi rupiah.
Anda guru sejatinya? Guru itu profesi itu sangat mulia. Berbahagialah karena guru itu memiliki kesempatan setiap hari untuk terus berbuat baik kepada siswa/inya. Jika profesi sebagai guru ditunjang dengan kemampuan menulis itu sangat luar biasa. Terlebih lagi jika kemampuan menulisnya berkembang untuk menebar ilmu, kebaikan, dan memberikan inspirasi untuk banyak orang. Guru Indonesia teruslah menulis untuk pendidikan yang lebih baik.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
