Penyekatan Mudik
Mudik bagi setiap orang berbeda interpretasinya satu sama lain. Kesemuanya menjadi sangat relatif. Bagi seorang perantau mudik menjadi hal mutlak karena harus dilakukan untuk berkunjung pada keluarga minimal dilakukan sekali dalam setahun terutama saat hari raya Idul Fitri. Menjadi berbeda ketika mudik dilarang dengan pertimbangan pandemi covid-19.
Faqih pergi merantau ke Jakarta sudah berbilang tahun. Setiap tahun sudah menjadi hal rutin untuk pulang kampung. Bertemu dengan ibu dan ayahnya serta keluarga besarnya saat hari kemenangan itu tiba. Saat pandemi melanda Indonesia Maret 2020 Faqih berusaha untuk bertahan hidup. Di PHK dari satu pekerjaan kemudian tetap bertahan dengan pekerjaaan yang lain. Faqih tidak mau menyerah dengan keadaan.
Saat idul Fitri tahun 2020, Faqih tidak mudik ke kampung halamannya. Tahun 2021 berencana mudik. Apa mau dikata ternyata tahun ini ada kebijakan larangan untuk mudik guna mencegah penyebaran covid-19. Sehingga pemerintah kabupaten/kota bahkan provinsi melakukan berbagai upaya penyekatan untuk para pemudik terutama pada wilayah perbatasan antar wilayah.
Faqih memilih transportasi sepeda motor untuk pulang ke kampung halamannya. Rencananya Faqih akan berupaya mencari jalan tikus untuk tetap bisa mudik ke kampung halamannya. Saat Faqih pulang pun dipilihkan waktu yang tidak biasa. Berangkat pukul 24.00 WIB dari kontrakannya di Jakarta Timur. Harapannya tidak ada penyekatan untuk pulang ke kampung halamannya karena kondisi dini hari.
Ternyata sungguh diluar dugaan. Jalan yang akan Faqih tempuh untuk pulang kampung tidak luput dari penyekatan padahal sudah mencari jalan tikus atau alternatif. Saat bertemu dengan petugas Faqih sudah berargumentasi panjang lebar apalah daya tetap di tolak dan diharuskan memutar balik dan kembali ke tempat kosnya. Pertimbangannya adalah larangan mudik dilakukan untuk mencegah penularan covid-19 di Indonesia.
Faqih hanya bisa pasrah atas nama keadaaan akhirnya mengurungkan niatnya untuk mudik tahun ini. Faqih berdoa untuk semua keluarga besarnya di kampung supaya sehat selalu dan menyampaikan kabar berat hati bahwa lebaran tahun ini tidak bisa mudik karena adanya kebijakan pemerintah. Faqih hanya bisa sabar dengan keadaan bahwa semua yang terjadi pada dirinya tidak terlepas dari takdir Allah SWT.
Semoga covid-19 segera selesai. Pandemi Corona segera hilang sehingga kehidupan bisa kembali berjalan secara normal. Berbagai aspek kehidupan bisa berjalan seperti sebelum pandemi termasuk budaya mudik yang tujuannya untuk bersilaturahmi atas nama kebaikan.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
