Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Dilema PPDB
Timurmedia.com

Dilema PPDB

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) sudah akan berakhir. Bagi siswa yang tidak diterima di sekolah negeri/idamannnya karena terkendala zonasi dan ketidaklulusan karena tes harus memiliki rencana pilihan. Apakah memiliki sekolah luar negeri (swasta) atau menunda untuk satu tahun kedepan kemudian bersekolah.

Ada sebagian orang tua harus berpikir keras untuk bisa diterima di sekolah yang diinginkan dengan cara apapun. Walau pun cara yang dilakukan ilegal sekali pun berusaha mencari celah untuk dapat diterima. Kondisi tersebut jika tidak ada yang mengamini telah menututup peluangnya di sekolah tersebut. Akan tetapi jika ada yang mengamini maka praktik ilegal akan terjadi dan sebenarnya itu haram dalam dunia pendidikan. Siswa diterima sekolah dengan cara seolah legal padahal tidak.

Sejatinya dunia pendidikan itu harus memberikan contoh nyata bahwa semua yang dilakukan harus sesuai aturan. Memberikan pendidikan baik secara langsung maupun tidak langsung tentang konsep kebenaran yang sebenarnya bukan hanya isapan jempol belaka. Berkata di mulut seolah benar padahal dibelakang melakukan penyimpangan untuk menghalalkan segala macam cara.

Hal tersebut sangat kentara untuk sekolah yang memiliki reputasi yang baik dan berprestasi dalam dunia pendidikan apakah level kecamatan, kabupaten/kota, provinsi, nasional, bahkan internasional. Para orang tua ingin putra/i bersekolah di sana. Terlebih lembaga pendidikan tersebut negeri sehingga dari segi pembiayaan lebih terjangkau karena adanya banyak bantuan dari pemerintah bahkan ada kebijakan dari priovinsi yang mengratiskan sekolah tersebut.

Pada saat PPDB ini lah, para oknum orang tua yang merasa mampu dari segi finansial dan memiliki relasi melakukan berbagai cara supaya putra/inya bisa masuk sekolah tersebut. Prinsip mereka setiap aturan pasti ada kelemahan. Itu yang mereka berusaha temukan. Tujuan mereka baik untuk pendidikan putra/inya Tetapi cara yang dilakukan itu keliru. Hal ini jika dibiarkan akan berdampak buruk terhadap dunia pendidikan. Sehingga setiap insan pendidikan harus tegas dalam menerapkan aturan terutama untuk sekolah negeri. Kembalikan ke aturan dalam penerimaan peserta didik baru/pindahan

Sejatinya para orang tua pun harus menyadari bahwa tidak selalu keinginan mereka itu bisa dipenuhi. Miliki keyakinan bahwa setiap lembaga pendidikan itu baik. Kurikulum yang digunakan juga sama. Terpenting pada akhirnya kembali kepada peserta didik yang bersangkutan apakah mau belajar dengan sebaik-baiknya dimanapun belajar. Penting juga adanya dukungan orang tua dalam menunjang kesuksesan belajar putra/i mereka di sekolah dengan melakukan kontrol dan memberikan sarana dan prasarana pembelajaran dengan tetap menanamkan pondasi agama, serta penbentukan sikap dan perilaku sesuai tuntutan nilai dan norma.

Buat apa putra/i bersekolah di sekolah terbaik tetapi dilakukan dengan cara yang tidak baik (ilegal). Kelak mereka akan mencontoh cara-cara yang dilakukan orang tuanya untuk menghalalkan segala macam cara supaya keinginannya bisa tercapai. Jika itu diterapkan dalam kehidupan nyata sangat berbahaya. Terlebih mereka adalah generasi masa depan bangsa yang harus akan memajukan negara ini dengan cara-cara benar dan bermartabat.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post