Pembentukan Karakter itu Proses Panjang
Setiap orang terlahir ke dunia dari rahim yang berbeda. Andaikan dari rahim yang sama secara bersama-sama (kembar) atau tidak pun tetap akan memiliki karakter yang berbeda. Perbedaan itu bisa dari gen kedua orang tuanya atau pun dari luar dirinya (lingkungan) yang membentuknya. Proses dinamika dalam hidup itu menjadi luar biasa karena adanya perbedaan.
Karakter pada setiap orang itu berbeda. Apa itu karakter? Karakter merupakan nilai-nilai yang khas, baik watak, akhlak atau kepribadian seseorang yang terbentuk dari hasil internalisasi berbagai kebijakan yang diyakini dan dipergunakan sebagai cara pandang, berpikir, bersikap, berucap dan bertingkah laku dalam kehidupan sehari-hari. Sejatinya karakter itu dapat dibentuk.
Seseorang dibesarkan sedari lahir, peran orang tua di keluarga sangat besar. Mendapatkan pola pendidikan apakah secara turun temurun yang telah diajarkan oleh para orang tua sebelumnya (nenek). Ada pula yang mengadopsi pola pendidikan berdasarkan hasil proses belajar hidup yang telah dijalani melalui aneka pendidikan yang telah di tempuh.
Anak itu ibarat kertas putih mau dijadikan seperti apa oleh orang tuanya. Semuanya bisa dibentuk. Baiknya pola pendidikan yang dilakukan sesuai nilai dan norma. Jika tidak, anak bisa menjadi pelaku penyimpangan sosial. Selain itu kondisi tersebut juga dipengaruhi lingkungan sekitar. Seseorang bisa menjadi seperti lingkungan sekitarnya apakah lingkungan bertetangga, sekolah, dan masyarakat.
Saat seseorang bersosialisasi akan menjadi perwujudan pribadi hasil bentukan di keluarga dan lingkungannya. Pada kondisi itu menjadi penting pondasi dasar pendidikan di keluarga sehingga anak saat keluar dari rumah sudah memiliki landasan yang kuat dan tidak terpengaruh lingkungan yang buruk. Lingkungan sekitar anak idealnya berada pada lingkungan yang baik secara fisik maupun sosialnya.
Satiap manusia yang tumbuh dewasa saat menjalani kehidupan akan menemukan pribadi-pribadi yang berbeda khas. Jika mencari homogenitas cukup sulit karena perlu proses pengenalan dan terpolarisasi dalam suatu komunitas yanh satu visi dan misi. Komunitas sepemahaman dan perlu orang-orang militan didalamnya dengan motif yang kuat dan teruji.
Lalu kita ada dimana? Kita bisa menempatkan diri kita mau sebagai apa? Apakah sebagai objek atau subjek. Apakah mau memposisikan sebagai leader atau sebagai bawahan. Apakah mau menjadi komunitas yang berbentuk sederajat kesamaan kedudukan dan posisi dalam bertindak. Semuanya kembali kepada pilihan hidup dan sudut pandang perseorangan dalam hidup.
Saya sangat takjub dengan tindak tanduk seseorang dalam menjalankan proses hidup yang dijalani dengan kekhasannya. Mereka menjadi profesional dalam bidangnya sehingga muncul sebagai ahli. Jika sudah demikian raihan kesuksesan akan menyertai untuk diri, keluarga, dan lingkungan disekitarnya. Orang yang demikian akan memberikan banyak manfaat dalam hidupnya. Jasanya akan selalu dikenang sepanjang masa dan sulit untuk dilupakan. Orang demikian termasuk kategori sukses di dunia dan insya Allah sukses nanti di akhirat. Semoga kita termasuk orang yang didalamnya. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
