Sudahkah Berbuat Kebaikan Hari ini?
Sejatinya manusia itu makhluk surga. Nabi Adam sebagai kakek moyang manusia ialah penduduk surga yang mendapatkan sanksi dari Allah SWT karena melanggar larangan-Nya untuk tidak memakan buah khuldi. Adam terbujuk rayu iblis sehingga melanggar larangan tersebut, Adam pun diturunkan ke Bumi bersama Hawa.
Sampai saat ini penduduk bumi merupakan keturunan Adam. Allah SWT menempatkan kedudukan manusia sebagai makhluk mulia dibekali otak yang sempura dengan akal dan pikirannya. Memberikan kewenangan untuk memilih dalam hidup apakah kebaikan atau keburukan. Niat melakukan keburukan masih datang dari iblis dengan kroninya untuk merealisasikan janjinya kepada Allah bahwa akan menggoda anak cucu Adam sampai hari kiamat guna menemaninya di neraka setelah hisab dilakukan.
Lalu apakah setiap manusia menyadarinya? Sebenarnya di hati yang terdalam setiap orang menyadarinya akan tetapi apakah keimanan dan ketakwaannya mumpuni atau malah sebaliknya. Jika seseorang telah mencapai derajat yang baik maka pilihan hidupnya selalu berpegangan pada Al Qur'an dan Hadist sebagai rujukan untuk kembali ke Surga. Jika tidak akan sebaliknya bersekutu dengan iblis sehingga akan menjelma sebagai manusia berperilaku iblis yang tercermin dari sikap dan perilakunya
Sejatinya saat hidup manusia harus melakukan yang terbaik. Menjalankan segala perintah dan menjauhi segala larangan-Nya. Selalu diingat hidup itu memiliki waktu yang terbatas dan yang tahu hanya Allah SWT. Bisa dibayangkan bagaimana jika kita meninggal dunia sedang bergelimang dosa? Layakkah masuk surga? Tentunya tidak, siapkah mendapatkan siksa di neraka yang sangat pedih.
Manusia tidak ada yang sempurna. Teruslah berusaha untuk menjadi manusia yang terbaik saat nyawa masih dikandung badan. Sebagaimana lantunan doa berikut
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ
Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu. Sehingga menjadi penting untuk Istiqomah dalam menjalan kehidupan pada jalan yang lurus dengan berpegang teguh pada agama yang mana manusia itu kecendrungan memiliki hati yang tidak stabil.
Sebagai manusia harus memiliki keyakinan untuk selalu berbuat baik kepada Ilahi dan sesama. Terus berupaya menghimpun aneka kebaikan untuk menambah pahala dalam kehidupan. Niatkan segala hal yang dilakukan sebagai sarana ibadah kepada Allah SWT.
Beribadah kepada Allah SWT dan berbuat baik kepada sesama menjadi sesuatu keharusan yang terus dilakukan. Berbuat baik secara langsung mendapatkan pahala, jika kita menunjukkan suatu kebaikan kemudian orang lain mengikuti kebaikan yang kita lakukan, maka kita pun akan mendapatkan pahala kebaikan sebagaimana yang dilakukan orang tersebut. Sebagaimana sebuah hadist.
"Siapa yang menunjukkan kepada kebaikan, maka dia akan mendapat pahala sebanyak yang didapat oleh yang mengerjakannya." (HR. Muslim)
Yuk berbuat baik. Mulai dari hal kecil dan lakukan saat ini juga sesuai kemampuan masing-masing. Allah sesungguhnya maha tahu terhadap apa yang kita lakukan. Sebagaimana firman Allah SWT dalam QS Az-Zalzalah ayat
فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ
Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya, (QS. Az -Zalzalah:7)
وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗ ࣖ
Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. (QS. Az-Zalzalah:8)
Selalu ada pahala dan dosa untuk perbuatan apapun yang dilakukan manusia. Hal itu pun tercatat oleh malaikat yang telah di tugaskan Allah SWT.
Ingatlah ada malaikat yang ditugaskan untuk mencatat amal baik dan buruk manusia. Mereka adalah malaikat Raqib dan ‘Atid. Ada yang menyebut malaikat Raqib di pundak kanan dan malaikat ‘Atid di pundak kiri. Allah berfirman:
مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ اِلَّا لَدَيْهِ رَقِيْبٌ عَتِيْدٌ“
"Tidak ada suatu kata yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat).” (QS. Qaf:18)
Yuk berusaha menjadi manusia yang terbaik. Berupaya terus untuk melakukan berbagai kebaikan dan menjauhi larangan-Nya. Berdoa semoga saat hari kepastian itu tiba bisa husnul khotimah. Sudahkah kita melakukan kebaikan hari ini?
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
