Waspada Gempa Megathrust di Selatan Pulau Jawa!
Indonesia merupakan negara bencana alam yang tidak terbantahkan. Secara geologi Indonesia berada pada darah Cincin Api Pasifik atau Lingkaran Api Pasifik. Daerah yang sering mengalami gempa bumi dan letusan gunung berapi karena berada pada pertemuan lempeng yang mengelilingi cekungan Samudra Pasifik. Daerah seperti tapal kuda yang mencakup wilayah sepanjang 40.000 km. Daerah ini juga sering disebut sebagai sabuk gempa Pasifik.
Posisi Indonesia berada pada daerah tersebut. Berada pada daerah pertemuan tiga lempeng dunia yaitu lempeng Pasifik dan Indo-Australia yang menghujam lempeng Eurasia dimana posisi geografis Indonesia berada. Sebagai bukti dan fakta ilmiahnya terdapat deretan pegunungan api aktif di bagian barat Indonesia yaitu Sirkum Mediterania dan bagian timur Indonesia Sirkum Pasifik.
Pada daerah pertemuan ketiga lempeng tersebut (daerah subduksi) berpotensi menjadi sumber bencana alam letusan gunung api maupun gempa bumi daratan (busur dalam) dan gempa bumi dasar laut yang berpotensi gelombang tsunami (busur luar). Sejarah telah mencatat gempa bumi dahsyat yang pernah terjadi di Indonesia seperti gempa bumi yang mengakibatkan megatsunami di Aceh tahun 2004.
Lalu bagaimana dengan Pulau Jawa? Pulau Jawa bagian selatan masih kelanjutan dari Pegunungan Sirkum Mediterania. Lokasi zona subduksi yang diprediksi akan menyusul patahan lempeng saudara kembarnya di Sumatera bagian barat. Potensinya juga dapat memicu gempa dahsyat dan berpotensi disertai gelombang tsunami khususnya dipanjang pantai selatan Pulau Jawa.
Potensi gempa bumi disertai gelombang tsunami tersebut merupakan gempa bumi megathrust yang memiliki kekuatan sangat besar dan saat ini tengah berada di ujung siklus perulangan (earthquake cycle). Kondisi tersebut tinggal menunggu waktu terjadinya. Sehingga bagi seluruh penduduk yang berada di sepanjang pesisir pulau Jawa bagian selatan sudah seharusnya terus meningkatkan kewaspadaan.
Berdasarkan Data Global Navigation Satellite System (GNSS) mengkonfirmasi adanya akumulasi energi di bagian megathrust Selat Sunda hingga Pelabuhan Ratu dan selatan Parangtritis hingga selatan Pantai Jawa Timur. Dari hasil pemodelan, jika gempa terjadi kekuatannya dapat mencapai magnitudo (M) 8,7 hingga 9,0, bisa jadi diikuti tsunami hingga 20 meter tingginya.
Jika prediksi tsunami besar tersebut terjadi di Indonesia, pastinya kerugian yang dialami tidak terhingga. Bukan hanya kerugian infrastruktur, tetapi juga seluruh aspek kehidupan. Tetapi sampai saat ini tidak alat yang dapat mendeteksi kapan terjadinya bencana gempa bumi akan terjadi. walaupun bersifat prediski kehati-hatian harus tetap dikedepankan karena adanya potensi gempa bumi tersebut.
Manusia hanya dapat berupaya semaksimal mungkin untuk menghindari musibah. Jika kita telah berusaha keputusan akhir serahkan kepada Allah SWT. Mengenal gempa bumi dan potensi tsunami yang akan muncul sebagai salah satu bentuk ikhtiar yang dilakukan. Merupakan upaya mitigasi bencana yang bisa dilakukan. Nauzubillah jika kita sedang berada di lokasi bencana gempa bumi dan berpotensi tsunami, sudah mengetahui apa yang harus dilakukan. Semoga Allah SWT melindungi kita dari segala bencana. Aamiin.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
