Motivasi Diri (Tatika)
Faqih memiliki cita-cita yang kuat untuk menjadi dokter. Hal itu ia tanamkan saat ayahnya sakit dengan aneka dignosis penyakit yang membutuhkan biaya banyak tetapi tidak kunjung sembuh sampai ajal menjemputnya. Ia berjanji pada dirinya sendiri untuk menjadi dokter dengan tujuan menolong pasien secara cermat dan akurat kemudian jika ada pasien tidak mampu akan menggratiskan pengobatannya supaya hal yang sama pada ayahnya tidak dialami orang lain.
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
