Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Pemimpin Sejati
nusabali.com

Pemimpin Sejati

Beliau biasa dipanggil Pak Faqih. Seorang pendidik yang memegang teguh idealisme. Bertahun-tahun mempertahankan prinsip hidupnya. Jadilah manusia yang bersikap dan berprilaku penuh kejujuran dan menjunjung kebenaran. Jangan pernah menggunakan apapun yang bukan menjadi haknya.

Ia malang melintang sebagai pendidik. Kemudian atas dukungan dari berbagai pihak diminta untuk mendaftarkan diri menjadi kepala sekolah. Jabatan tertinggi di lembaga pendidkan. Ia masih bersikukuh memegang prinsip hidupnya. Kesederhanan hidup adalah kenyamananya. Harta yang dimilikinya sumber keuangannya dapat dipertanggungjawabkan secara aturan dan hukum agama.

Ia tidak silau dengan godaan duniawi saat menjabat. Justru ketakutannya adalah putra-putrinya kelak tidak sukses menjadi orang jujur dan berkualitas dengan keilmuannya. Bermanfaat bagi diri dan masyarakat dilingkungannya. Ia sangat takut memberikan makanan untuk keluarganya yang tidak jelas status kehalalannya. Sehingga ia pastikan yang diberikan kepada keluarganya dari jerih payahnya keringatnya. Hak yang diperoleh sesuai aturan setelah melakukan kewajiban.

Berbagai hinaan dan nada sinis selalu didapatkannya. "Dasar kepala sekolah bodoh, ada peluang untuk mendapatkan banyak uang dengan segala cara tetapi tidak dilakukan, kepala sekolah macam apa itu?" Padahal ia lebih takut kepada Allah SWT dibandingkan melakukan cara-cara kotor saat menjabat. Ia berkeyakinan bahwa hidupnya untuk kebaikan diri dan keluarganya.

Setelah ia pensiun semua anak-anaknya berhasil dalam pendidikan. Ia bukan mewariskan harta tetapi mewariskan ilmu pengetahuan untuk anak-anaknya. Semua anaknya sukses. Bahkan sampai hembusan nafas terakhirnya. Pesannya tetap sama kepada anak dan cucunya selalu menjadi orang jujur dan benar jangan menggunakan sesuatu yang bukan hak kita. Selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan.

Jabatan itu interpretasinya berbeda pada setiap orang saat menjabat tergantung motivasinya. Apakah jabatan sebagai amanah? Apakah jabatan sebagai cara memperkaya diri? Apakah jabatan sebagai penghargaan terhadap diri untuk mendapat menghormatan dari orang? Apakah jabatan untuk menanamkan paham/doktrin tertentu sehingga membentuk kelompok kepentingan? Ingat, apapun jabatan yang Anda miliki semuanya akan dipertanggungjawabkan di dunia dan akhirat kelak. Waspadalah saat Anda menduduki jabatan apapun.

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post