Waspada Banjir Bandang
Apakah alam sedang murka? Hujan deras terjadi di beberapa wilayah Indonesia. Berdasarkan penuturan BMKG hal itu disebabkan adanya fenomena pemanasan global (global warming) yang disebut La Nina. Fenemena cuaca ekstem yang memantik terjadinya hujan terus menerus di sebagian besar wilayah Indonesia. Lalu bukannya hujan itu rezeki yang harus disyukuri? Lalu mengapa hujan kini malah diwaspadai. Apakah karena dampak yang ditimbulkannya?
Indonesia merupakan negara beriklim tropis dengan hujan yang terjadi sepanjang tahun. Hal tersebut juga di pengaruhi adanya morfologi bentuk muka bumi yang bergunung-gunung. Wilayah tersebut mampu menangkap uap air. Memaksa uap air mengalami pendinginan, kemudian terjadi perubahan wujud uap air berupa gas menjadi cair dan turun sebagai hujan (presipitasi). Kemudian menjadi wajar pada daerah pegunungan banyak turun hujan. Bahkan sebutan kota hujan pun melekat pada daerah-daerah dataran tinggi tertentu seperti Bogor di Jawa Barat dan Kota Batu Malang, Jawa Timur, dan daerah dataran tinggi lainnya.
Sejalan dengan itu populasi penduduk di Indonesia terus mengalami peningkatan. Kebutuhan pangan, sandang, dan papan pun meningkat. Wilayah yang tadinya hutan mengalami alih fungsi lahan untuk pemukiman, pertanian, pertambangan, tempat peristirahatan, tempat wisata, industri, dan lain sebagainya. Alam akhirnya berubah menjadi objek dimanfaatkan seoptimal mungkin dengan mengabaikan dampak lingkungan karenanya. Bagaimana alam dikuras habis untuk kepentingan manusia.
Saat hujan turun deras, bumi seolah tidak siap. Perubahan lingkungan sangat kentara. Hal itu menyebabkan siklus air alami tidak dapat berjalan sesuai dengan titah langit. Sejatinya air hujan itu turun tertahan oleh daun dan batang pohon, meresap ke dalam tanah menjadi air tanah, tertampung dalam aliran air alami sungai, cekungan alami danau, rawa, bahkan laut.Hal itu tidak lagi terjadi. Ada gangguan, saat hujan turun air tidak mengalir sesuai kodrat air. Ada anomali pergerakan air akibat adanya perubahan alam karena kerakusan manusia dalam memanfaatkan bumi dengan segala isinya tetapi tidak melestarikan alam.
Saat hujan turun dengan intensitas yang sering, durasinya lama, dan hujan turun dengan lebat. Hujan dengan intensitas yang tinggi sering di dataran tinggi. Saat air hujan turun daun-daun pohon sudah tidak ada akibat penebangan hutan untuk pemanfaatan hasil hutan dan alih fungsi lahan. Akar-akar pohon tidak lagi membuat celah di tanah untuk meresapnya air. Air yang akan meresap pun terhalang beton. Kemudian air menyatu dalam jumlah besar dengan energi yang kuat. Mampu membawa benda apapun yang dilaluinya. Peristiwa itulah disebut banjir bandang.
Lokasi yang rawan banjir bandang berada di kaki gunung yang berada disepanjang sungai. Daerahnya umumnya dataran tinggi. Apakah hanya banjir bandang yang mengancam? Tentukan tidak, ada lagi potensi bencana lainnya yaitu ranah longsor dan erosi tanah atas terancam kritis karena kehilangan lapisan topsoilnya yang subur tergerus kuatnya aliran air. Waspadalah terhadap ancaman bencana tersebut. Kategori bencananya kolaborasi peristiwa alam yaitu hujan kemudian memicu terjadinya bencana alam akibat aktivitas manusia yang sifatnya merusak alam.
Wilayah rawan banjir bandang itu mudah dikenali. Berada di wilayah dataran tinggi, dekat dengan sungai, terjadi alih fungsi lahan yang masif di daerah daerah aliran sungai mulai dari hulu sampai hilir, kemudian sedang musim hujan atau ada intensitas hujan yang sering dan lebat.
Waspadalah bencana banjir bandang terutama di daerah-daerah dataran tinggi yang mengalami alih fungsi lahan secara besar-besaran. Bagi penduduk yang tinggal di lereng-lereng gunung, sepanjang bantaran sungai, dan daerah dataran rendah yang dilalui aliran sungai yang hulunya di dataran tinggi/gunung. Bagi penduduk di luar daerah tersebut juga harus waspada terutama saat berkunjung ke wilayah rawan bencana banjir bandang. Semoga kita selalu waspada dan terhindar dari bencana banjir bandang. Aamiin.

Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
