Air Mata
Air mata ini seolah tak pernah habis
Terus mengalir tanpa henti
Kesedihan ini begitu tragis
Ibarat sembilu menyayat hati
Dunia seolah runtuh
Kiamat begitu nyata
Waktu begitu lambat menjauh
Aku sadar ini adalah fakta
Sabar sebagai pijakan terakhir
Ikhlas sebagai landasan utama
Kenyataan memang ketir
Aku harus mulai menerimanya
Mulya
Tangerang, 31 Desember 2021
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
