Mulya

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Navigasi Web
Fenomena Gunung Api di Indonesia
Liputan6.com

Fenomena Gunung Api di Indonesia

Bumi memiliki tiga lapisan yaitu core (lapisan terdalam bumi), kemudian di atasnya lapisan mantel, dan lapisan paling luar yaitu litosfer/kulit bumi/lempeng. Lapisan paling atas ada Lempeng Samudera (bersifat elastis) dan Lempeng Benua (bersifat kaku). Pada lapisan mantel terdapat batuan pijar (magma) yang bercampur dengan gas. Jika diibaratkan lempeng papan, terapung dipermukaan batuan pijar (magma). Lempeng akan terus bergerak akibat adanya energi dari gas pada magma. 

Pergerakan lempeng ada yang bertabrakan, saling menjauh, dan berpapasan. Kemudian lempeng yang saling bertabrakan terjadi di Indonesia (Lempeng Eurasia/benua) yang bertabrakan dengan Lempeng Indo-Australia dan Lempeng Pasifik. (lempeng samudera). Hal tersebut menyebabkan bentuk muka bumi Indonesia mengalami pengangkatan karena menyusupnya lempeng samudera ke lempeng benua dimana Indonesia berada.

Wilayah pengangkatan di Indonesia untuk wilayah Barat disebut Sirkum Mediterania dan di timur Sirkum Pasifik. Faktanya di daerah pertemuan lempeng tersebut terdapat deretan gunung api aktif mulai dari Sumatera, Selat Sunda, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Laut Banda, Maluku (bagian barat). Kemudian dari Pulau Sulawesi, Maluku, P. Halmera, dan Papua (Bagian timur).

Gunung api tersebut berpotensi meletus karena terhubung langsung dengan dapur magma di lapisan mantel bumi melalui kawah-kawah gunung api. Letusan tersebut terjadi karena adanya sumbatan pada kawah akibat adanya air hujan atau pembekuan batuan pada mulut kawah. Saat ekshalasi gas mencapai puncaknya, gas naik kepermukaan bersama magma kemudian terjadi letusan gunung berapi. Apakah efusif atau eksplosif. Umumnya gunung di Indonesia letusannya eksplosif karena bentuk gunung apinya kerucut (strato).

Lalu dimana potensi bahaya dan dapat menyebabkan korban jiwa? Mengabaikan tanda-tanda gunung akan meletus (peristiwa pravulkanik). Apa saja tanda gunung akan meletus? Pertama, suhu udara sekitar gunung api naik. Penduduk setempat akan merasa panas yang tidak biasa, bahkan pada malam hari. Saat itu, magma sedang berjalan keluar. Kedua, mata air kering, panas dari magma yang mendekati permukaan bumi tersebut menyebabkan mata air menjadi kering jika masih ada air suhunya menghangat. Ketiga, sering terjadi gemuruh dari dalam gunung disertai gempa kecil yang lebih sering saat akan terjadi letusan. Keempat, hewan liar turun dari puncak gunung, hewan ternak gelisah, burung-burung terbang dari arah gunung dalam jumlah yang banyak.

Jika saja setiap orang yang tinggal disekitar gunung berapi memahami tanda-tanda gunung akan meletus maka harus segera mengungsi ke tempat yang aman dari pengaruh letusan untuk menghindari  akibat letusan. Jika mengabaikan sangat sulit untuk menghindar karena kejadiannya bisa terjadi sangat cepat akibat besarnya tekanan gas dan magma yang sangat kuat. Dampak letusan gunung api bisa berkilo-kilo meter jauhnya. Pada kondisi tersebut lahar panas bisa mencapai suhu 700 s.d 1200 derajat celcius. Awan panasnya juga bisa mencapai suhu 400 derajat celcius. Belum muntahan batu-batu besar (bom), lapili, pasir, dan debu. Jika lemparan batu dari puncak gunung menimpa rumah atau manusia bisa dibayangkan apa yang akan terjadi. Hujan pasir pun jika dalam jumlah yang besar bisa menimbun rumah. Selain itu mengjirup debu letusan gunung api  dapat menyebabkan gangguan pernafasan bahkan hal yang terburuk dapat memicu infeksi saluran pernafasan. Belum lagi banjir lahar panas dan lahar dingin bisa merusak pemukiman penduduk.

Jika saja setiap orang yang tinggal di dekat gunung api telah memahaminya saat ada tanda-tanda gunung api akan segera mengungsi ke tempat yang tidak terkena dampak dari gunung api. Hal itu akan mengurangi jumlah korban saat terjadi letusan. Masyarakat harus terus diedukasi terutama yang tinggal di lokasi rawan bencana. Semua pihak terkait dengan kebencanaan pun harus sigap dalam melakukan berbagai sosialisasi apa yang harus dilakukan sebelum, saat, dan setelah bencana. 

Semoga Allah SWT melindungi kita dari berbagai ancaman bencana. Ikhtiar harus tetap dilakukan dengan memahami tanda-tanda bencana. Jika sudah memahaminya saat bencana tahu apa yang harus dilakukan sehingga kita tidak menjadi korban bencana alam. Jika kita sudah ikhtiar maksimal keputusan akhirnya serahkan kepada Pemilik Takdir. Semoga Allah SWT senantiasa mlindugi kita semua. Aamiin.

Semog para korban bencana gunung api Semeru diberikan kesabaran atas musibah yang menimpa.

 

 

 

 

 

 

 

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Laporkan Penyalahgunaan
search

New Post