Waspadai Wabah Demam Berdarah!
Bedasarkan data Kementerian Kesehatan menunjukkan, kasus demam berdarah dengue (BDB) hingga Oktober atau pekan ke-43 tahun 2021 tercatat 37.646 kasus. Dilansir dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tular Vektor dan Zoonotik Kemenkes, angka kematian akibat demam berdarah pada 2021 yaitu mencapai 361 kematian. Hal tersebut berpotensi terus mengalami peningkatan.
Terlebih saat musim hujan tiba antara rentangan bulan Oktober s.d April. Saat musim hujan hal yang harus diwaspadai munculnya penyakit yang disebabkan infeksi virus dengue. Virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes Aegypti betina yang terinfeksi virus dengue kemudian menggigit manusia. Bisa juga nyamuk menggigit penderita kemudian terinfeksi virus dengue kemudian kembali menggigit maka orang yang digigit akan terkena virus ini. Penyakitnya disebut Demam Berdarah Dengue (DBD).
Demam berdarah ada 2 jenis, yakni demam dengue (Dengue Fever) dan demam berdarah dengue (Dengue Hemorrhagic Fever). Perbedaan antara kedua jenis demam berdarah tersebut adalah adanya kebocoran pembuluh darah pada demam berdarah dengue, sedangkan pada demam dengue tidak.Demam berdarah umumnya menyerang anak-anak berusia kurang dari 15 tahun, tetapi juga bisa terjadi pada orang dewasa.
Cara mencegah penyebaran virus ini dengan melakukan berbagai upaya pembersihan terhadap habitat nyamuk sebagai pemicunya.Habitat nyamuk ini umumnya.muncul saat musim penghujan, wilayah yang lembap, dan tempat yang rawan menjadi sarang nyamuk, misalnya bak kamar mandi dan toilet, tempat penampungan air, air jebakan semut yang biasa ditaruh di kaki meja, air pembuangan kulkas,.tempat minum burung yang jarang diganti, pot bunga, wadah limpahan air di dispenser air minum, dan Barangbekas di sekitar rumah, seperti ban, kaleng, batok kelapa, botol, gelas air mineral, potongan bambu, dan semua tempat yang bisa nenampung air.
Kementerian Kesehatan mengimbau, pencegahan demam berdarah bisa dilakukan dengan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN) dengan 3M Plus yaitu pertama menguras dan menyikat tempat penampungan air secara rutin. Kedua Menutup rapat semua tempat penyimpanan air dan ketiga Memanfaatkan limbah barang bekas yang bernilai ekonomis (daur ulang).
Selain itu, masih ada beberapa tambahan metode PSN untuk pencegahan demam berdarah: memelihara ikan pemakan jentik, menanam tanaman pengusir nyamuk, menjaga ruangan agar tidak gelap dan lembab, tidak menggantung pakaian di luar lemari, gunakan obat anti nyamuk, mengeringkan tempat lain yang dapat menampung air hujan, memasang kawat kasa, tidur menggunakan kelambu, memperbaiki saluran dan talang air yang tidak lancar, pemberian Bubuk Abate (lavarsida) di tempat yang sulit dikuras atau daerah sulit air, dan gotong royong membersihkan lingkungan setiap minggu.
Penderiita DBD begitu digigit nyamuk yang terinfeksi virus dengue, akan merasakan gejala demam berdarah selang 4 s.d 10 hari kemudian. Demam pada penyakit DBD jika digambarkan dengan grafik mirip pelana kuda. Awalnya, penderita demam berdarah merasakan demam tinggi sampai di atas 38 derajat Celsius, suhu tubuh menurun, lalu bisa melonjak lagi.Selain demam pelana kuda, gejala demam berdarah khas lainnya yakni muncul bintik-bintik merah. Gejala ini biasanya muncul setelah demam tinggi. Bintik merah akan tampak kentara ketika dilakukan pemeriksaan tekanan darah.Di luar gejala utama, penderita DBD biasanya juga merasakan gejala sakit kepala, nyeri otot, sakit perut, sakit tenggorokan, batuk pilek, dan tidak enak badan.
Tidak ada metode khusus untuk menangani demam dengue. Pengobatan yang dilakukan adalah untuk meredakan gejala dan mencegah infeksi virus semakin memburuk. Selain hindari gigitan nyamuk untuk mengurangi risiko penularan lebih lanjut. Secara medis berikut ini tindakan yang dapat dilakukan cukupi cairan tubuh dengan banyak minum untuk menghindari dehidrasi, penuhi kebutuhan asupan nutrisi dengan makanan yang sehat untuk mendukung proses penyembuhan, istirahat yang cukup, konsumsi paracetamol untuk meredakan demam. Namun, hindari penggunaan aspirin atau obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS), terutama pada anak-anak, karena dapat memperparah perdarahan atau memicu sindrom Reye.
Apabila demam dengue berkembang menjadi demam berdarah dengue, pasien perlu dirujuk ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif. Dokter akan memberikan cairan infus dan memantau pasien dengan ketat, mulai dari denyut nadi, tekanan darah, hingga jumlah urin yang dikeluarkan oleh pasien.
Semoga kita dan keluarga terhindar dari penyakit DBD. Jika sudah terjadi pada suatu wilayah harus diwaspadai dan segera dilakukan berbagai upaya pencegahan dan pembasmian nyamuk. Jika hal itu tidak dilakukan berpotensi terjadi penyebaran secara masif. Terlebih saat ini Indonesia masih berada pada masa pandemi covid-19. Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dari segala macam penyakit termasuk DBD. Aamiin.
Referensi:
Dari berbagai sumber
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.
Laporkan Penyalahgunaan
